. Penelitian ini menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di Papua, khususnya relevansi pembelajaran mendalam terhadap kebutuhan edukasional wilayah 3T yang ditandai literasi dasar 47,57 persen dan numerasi rendah. Menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dari dokumen kebijakan, jurnal empiris, dan laporan PISA, penelitian menemukan adaptasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berbasis kearifan lokal meningkatkan kreativitas siswa 25 persen serta numerasi 15 poin. Prinsip pembelajaran mendalam selaras dengan teori kurikulum fleksibel, pembelajaran holistik, ekuitas, dan hierarki kebutuhan, mengatasi tantangan multibahasa, infrastruktur minim, dan trauma historis melalui komunitas belajar. Namun, ketidaksiapan guru dan akses internet 34 persen menjadi penghalang utama. Penelitian merekomendasikan kebijakan asimetris dengan intervensi simultan SDM dan fasilitas untuk mengurangi kesenjangan pendidikan.
Copyrights © 2025