Latar Belakang: Pengujian antigen spesifik prostat (PSA) kontroversial untuk deteksi kanker prostat karena variasi nilai potong antar populasi, terutama di Asia dengan peningkatan insidensi dan perbedaan etnis. Tujuan: Tinjauan ini mengevaluasi efektivitas Rapid Test PSA, fokus pada penyesuaian PSA, PSAD, dan %fPSA untuk pria Indonesia dan India. Metode: Tinjauan naratif sistematis studi berbahasa Inggris dari PubMed, Embase, Cochrane, Scopus (2013-2023) menggunakan kata kunci MeSH seperti "PSA AND Prostate Cancer." Purposive sampling memilih tiga studi retrospektif (Shahab et al., 2013; Agnihotri et al., 2014; Chang et al., 2015) pada pria Asia dengan LUTS/PCa dicurigai (N kohort kecil). Ekstraksi data via formulir standar dan ROB-2 nilai kualitas; sintesis tematik analisis metrik diagnostik. Hasil: Nilai potong Indonesia 6,95 ng/mL (sensitivitas 97,8%, spesifisitas 42,2%), India 5,4 ng/mL kurangi biopsi, %fPSA 15% untuk tPSA <4 ng/mL tunjukkan variasi populasi-spesifik. Kesimpulan: Strategi PSA individual tingkatkan akurasi dibanding cutoff 4 ng/mL standar, meski bias retrospektif batasi generalisasi; RCT multicentre diperlukan.
Copyrights © 2026