Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah urban padat penduduk. Data Kota Surakarta menunjukkan peningkatan proporsi kasus TB anak dari 16,51% (2023) menjadi 24,62% (2024), dengan 609 kasus ditemukan tahun 2024. Puskesmas Setabelan sebagai salah satu fasilitas kesehatan primer di kawasan padat penduduk menghadapi tantangan dalam optimalisasi deteksi dini TB paru anak. Tujuan: Menganalisis kebutuhan media edukasi visual yang efektif untuk meningkatkan deteksi dini TB paru pada anak di wilayah urban padat penduduk. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Puskesmas Setabelan Surakarta periode Januari-Maret 2025. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan (petugas kesehatan, kader, dan orang tua), observasi langsung, dan telaah dokumen program TB. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil: Identifikasi kebutuhan media edukasi visual mencakup: (1) infografis gejala TB anak yang mudah dipahami; (2) video edukasi investigasi kontak berbasis keluarga; (3) poster interaktif untuk posyandu dan sekolah; (4) aplikasi mobile screening TB anak; (5) booklet bergambar tentang Terapi Pencegahan TB (TPT). Faktor pendukung meliputi kolaborasi lintas program dan peran kader aktif, sedangkan hambatan utama adalah keterbatasan literasi kesehatan orang tua dan stigma sosial. Kesimpulan: Media edukasi visual yang kontekstual, mudah dipahami, dan terintegrasi dengan program existing diperlukan untuk optimalisasi deteksi dini TB paru anak di wilayah urban padat penduduk.
Copyrights © 2025