Penelitian ini bertujuan untuk memahami latar belakang serta upaya Komunitas Bonek Campus dalam mengusung gerakan “Kick Politic Out of Football” di sepak bola Indonesia, terkhususnya pada klub Persebaya Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan dianalisis menggunakan teori fenomenologi sosial dari Alfred Scutz. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap anggota Komunitas Bonek Campus di Surabaya, kemudian hasil dari wawancara dan observasi dianalisis dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan “Kick Politic Out of Football” tidak terlepas dari pengalaman buruk seperti dualisme klub, dan intervensi politik terhadap klub Persebaya Surabaya. Gerakan ini dipengaruhi oleh motif because of yang bersumber dari pengalaman masa lalu, seperti kekecewaan terhadap ketidakadilan dan konflik kepentingan, serta motif in-order-to yang berorientasi pada keinginan Komunitas Bonek Campus dalam menciptakan masa depan sepak bola yang bersih tanpa adanya pengaruh kepentingan politik dalam sepak bola. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Komunitas Bonek Campus tidak hanya berperan sebagai kelompok suporter klub, tetapi juga sebagai komunitas yang berupaya menjaga kemurnian nilai-nilai sportivitas dalam dunia sepak bola Indonesia.
Copyrights © 2025