Penelitian ini mengkaji historisitas Cerita Panji Kadiri sebagaimana termanifestasi dalam Relief Sudamala di Candi Tegowangi, Kediri, melalui pendekatan kualitatif dengan metode historis dan ikonografis. Latar belakang kajian ini berangkat dari pentingnya Cerita Panji sebagai warisan sastra klasik Nusantara yang tidak hanya hidup dalam bentuk teks, tetapi juga dalam artefak visual yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Jawa Timur pada masa Majapahit. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri keterkaitan antara narasi Panji dan representasi visual relief penyucian di Tegowangi serta menafsirkan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Data diperoleh melalui studi pustaka sistematis terhadap literatur ilmiah dan observasi visual terhadap relief, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan pendekatan ikonografis-historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relief tersebut menggambarkan proses penyucian jiwa dan transformasi spiritual yang paralel dengan perjalanan tokoh Panji dalam mencari kesempurnaan diri, sekaligus merefleksikan sinkretisme Śhiva–Buddha dan nilai moral masyarakat Majapahit. Secara konseptual, penelitian ini memperluas penerapan teori ikonografi Panofsky dalam konteks budaya Jawa serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai Panji sebagai warisan budaya takbenda yang sarat makna spiritual dan historis. Temuan ini juga menegaskan pentingnya interpretasi visual sebagai sarana rekonstruksi narasi budaya dan identitas peradaban lokal di Nusantara.
Copyrights © 2025