Penelitian ini mengkaji proses sosialisasi kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) dalam konteks reformasi sistem penilaian pendidikan di Indonesia. TKA dirancang untuk mengukur keterampilan fundamental siswa seperti literasi, numerasi, dan bernalar, dengan tujuan memastikan pemerataan mutu pendidikan antarwilayah. Namun, tantangan seperti variasi literasi digital dan pemahaman masyarakat di Sumatera Selatan menunjukkan perlunya sosialisasi efektif. Menggunakan Teori Public Information Model, penelitian ini mengevaluasi efektivitas komunikasi kebijakan berdasarkan indikator penyampaian informasi jelas, akurasi pesan, jangkauan saluran, dan transparansi lembaga. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi dengan informan utama staf bidang kurikulum Disdik Sumsel. Hasil menunjukkan TKA dipahami sebagai program opsional untuk memetakan kemampuan siswa lintas jenjang, dengan sosialisasi menggunakan media Zoom untuk jangkauan luas, mencapai pemahaman sekitar 80% peserta. Kendala utama meliputi gangguan teknologi, diatasi melalui sistem helpdesk berlapis. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk strategi komunikasi yang lebih partisipatif, sesuai karakteristik sosial-budaya Sumatera Selatan, guna meningkatkan penerimaan publik dan efektivitas kebijakan pendidikan.
Copyrights © 2025