Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Neurosains terhadap retensi memori dan keterampilan proses sains siswa di SMP Negeri 1 Bengkalis. Penelitian eksperimental ini melibatkan 58 siswa yang terbagi dalam dua kelompok: kelas eksperimen (29 siswa) yang menggunakan media pembelajaran berbasis Neurosains dan kelas kontrol (29 siswa) yang menggunakan media pembelajaran PPT. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan media pembelajaran berbasis Neurosains terhadap peningkatan retensi memori dengan rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 82,72 dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 70,17. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan pada keterampilan proses sains dengan rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 81,75 dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 60,92. Analisis statistik menggunakan uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan retensi memori menunjukkan nilai p = 0,000 dan keterampilan proses sains menunjukkan nilai p = 0,000. Kelas eksperimen menunjukkan peningkatan retensi memori sebesar 46.91% dibandingkan 18.65% pada kelas kontrol, sedangkan keterampilan proses sains menunjukkan peningkatan yang lebih dramatis sebesar 89.02% dibandingkan 51.97% pada kelas kontrol. Efek perlakuan lebih kuat pada keterampilan proses sains (peningkatan 38.50 poin) dibandingkan retensi memori (peningkatan 26.41 poin), mengindikasikan bahwa media pembelajaran berbasis Neurosains secara khusus meningkatkan keterampilan kognitif tingkat tinggi. Penelitian ini membuktikan bahwa implementasi prinsip-prinsip Neurosains dalam media pembelajaran efektif untuk mengoptimalkan fungsi otak dalam proses belajar, sehingga meningkatkan retensi memori dan pengembangan keterampilan proses sains siswa.
Copyrights © 2025