Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis fondasi filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi) yang mendasari mazhab-mazhab utama teori manajemen, (2) Menelusuri keterkaitan antara perkembangan filsafat ilmu dengan evolusi dan pergeseran paradigma dalam teori manajemen, dan (3) Menunjukkan implikasi dari kesadaran filosofis ini terhadap validitas, penerapan, dan pengembangan teori manajemen di masa depan. Pendahuluan: Teori manajemen seringkali dikaji hanya dari aspek teknis dan kontekstualnya, tanpa menelisik fondasi filosofis yang melandasi setiap pergeseran paradigma. Artikel ini berargumen bahwa evolusi teori manajemen merupakan refleksi dan turunan dari perkembangan dalam filsafat ilmu. Dengan menganalisis hubungan antara keduanya, penelitian ini berupaya memberikan kerangka pemahaman meta-teoretis yang lebih menyeluruh terhadap tubuh pengetahuan manajemen. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian historis-filosofis. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer dan sekunder dari literatur kanonik teori manajemen dan filsafat ilmu. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi filosofis dan analisis konseptual historis, menggunakan lensa kerangka ontologi-epistemologi-aksiologi untuk membedah dan membandingkan setiap mazhab pemikiran secara sistematis. Hasil dan Pembahasan: Analisis mengungkap pola pergeseran paradigma filosofis yang mendasari evolusi teori manajemen: (1) Era Klasik (Taylor, Fayol, Weber) berlandaskan positivisme dengan realisme naif dan epistemologi objektivistik; (2) Era Humanistik (Mayo, McGregor) mengadopsi pragmatisme dan awal interpretivisme, memasukkan subjektivitas manusia; (3) Era Modern (Sistem & Kontingensi) didasari realisme kritis, menekankan kompleksitas dan konteks; (4) Era Kontemporer (Budaya, Sensemaking, Kritikal) berfondasikan konstruktivisme sosial dan postmodernisme, yang memandang organisasi sebagai konstruksi wacana dan kekuasaan. Setiap pergeseran ini merepresentasikan "revolusi paradigma" yang mengubah asumsi dasar tentang realitas, pengetahuan, dan nilai dalam praktik manajemen. Kesimpulan: Perkembangan teori manajemen secara intrinsik terikat pada evolusi pemikiran filsafat ilmu. Kesadaran akan landasan filosofis ini bersifat krusial untuk pengembangan teori yang koheren dan penerapan praktik yang reflektif. Ke depan, vitalitas ilmu manajemen bergantung pada kedalaman integrasi antara refleksi filosofis (episteme) dan inovasi praktis (praxis), serta kemampuan untuk menjawab tantangan ontologis, epistemologis, dan etis di era kompleksitas.
Copyrights © 2026