Digitalisasi sistem penilaian kinerja aparatur sipil negara merupakan bagian penting dari agenda reformasi birokrasi di sektor publik. Salah satu instrumen yang banyak diterapkan oleh pemerintah daerah adalah aplikasi E-Performance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi E-Performance dalam penilaian kinerja aparatur sipil negara di Badan Kepegawaian Daerah Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang terlibat langsung dalam implementasi dan penggunaan aplikasi E-Performance, serta dianalisis secara tematik. Fokus analisis mencakup aspek transparansi, akuntabilitas, kualitas sistem, kesiapan sumber daya manusia, dan dukungan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi E-Performance berkontribusi terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas penilaian kinerja aparatur. Namun demikian, efektivitas implementasi belum sepenuhnya optimal akibat kendala teknis sistem, variasi literasi digital aparatur, serta keterbatasan integrasi sistem informasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan sistem penilaian kinerja berbasis digital di sektor publik tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi implementasi E-Performance memerlukan penguatan kualitas dan integrasi sistem, peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan berkelanjutan, serta konsistensi kebijakan dan dukungan pimpinan. Temuan penelitian ini memiliki relevansi bagi pemerintah daerah lain yang mengimplementasikan sistem E-Performance atau E-Kinerja sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja aparatur secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026