Latar Belakang Penelitian ini mengkaji operasi pemuatan batu bara secara ship-to-ship di Taboneo Anchorage. Tujuan Menganalisis efektivitas operasional, mengidentifikasi hambatan utama penyebab idle time, dan merumuskan strategi mitigasi risiko terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas terminal. Metode Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan purposive sampling terhadap 30 kapal induk pada Desember 2024, dengan data dikumpulkan melalui observasi lapangan selama 12 bulan, wawancara semi-terstruktur kepada 10 personel operasional, dan analisis dokumenter. Instrumen dan Analisis Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Analisis mengidentifikasi empat hambatan utama: cuaca ekstrem sebesar 41,5 persen, kerusakan peralatan 31,9 persen, hambatan administrasi 15,8 persen, dan masalah koordinasi sumber daya manusia 10,7 persen, menghasilkan idle time rata-rata 27,93 jam per kapal dari total waktu sandar 136,26 jam. Kesimpulan Implementasi strategi terintegrasi mencakup early warning system, program preventive maintenance, sistem administrasi digital, dan pelatihan personel dapat mengurangi idle time di bawah 20 jam per kapal, meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing pelabuhan.
Copyrights © 2026