Prevalensi masalah gizi pada mahasiswi yang tinggal di rumah kost menjadi perhatian penting karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan performa akademik, terutama melalui status gizi yang diukur menggunakan indeks massa tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan status gizi pada mahasiswi yang tinggal di rumah kost. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan metodologi kuantitatif. Sebanyak 30 mahasiswi yang tinggal di rumah kost dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data pola makan dilakukan melalui kuesioner, sedangkan status gizi ditentukan menggunakan pengukuran berat dan tinggi badan untuk menghitung IMT, yang kemudian diklasifikasikan menjadi kurus, normal, dan gizi lebih. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk memeriksa hubungan antarvariabel pada tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dan status gizi (p=0,018). Mahasiswi dengan pola makan baik lebih banyak memiliki status gizi normal, sementara mereka dengan pola makan kurang lebih cenderung memiliki status gizi kurus. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pola makan, termasuk frekuensi makan, keragaman pangan, dan pemilihan makanan bergizi, menjadi faktor penting dalam mempertahankan status gizi yang optimal. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perbaikan pola makan merupakan strategi kunci untuk meningkatkan dan menjaga status gizi pada mahasiswi kost. Oleh karena itu, intervensi berupa edukasi gizi, pengelolaan menu harian, dan peningkatan literasi gizi dapat digunakan sebagai langkah promotif dan preventif untuk mencegah masalah gizi jangka panjang, termasuk risiko gangguan kesehatan reproduksi dan penyakit tidak menular di kemudian hari.
Copyrights © 2026