Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Beban Kerja dan Kelelahan Pegawai Berdasarkan Penerapan Ergonomi di Kantor BAPENDA Sumatera Utara Bagian Aset melalui Metode SchuIding Mute Ramadhani, Siti Nazwa; Lubis, Nurul Hasanah; Winanda, Marsya; Asri, Ade Asiilah; Wardani, Rahmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6978

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan manusiawi. Salah satu pendekatan untuk menilai kesejahteraan pekerja adalah ergonomi, yaitu ilmu yang menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan manusia guna mencapai kenyamanan dan efisiensi kerja yang optimal. Di Kantor Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Sumatera Utara, peningkatan beban kerja pegawai akibat aktivitas administrasi, pelayanan masyarakat, serta tuntutan target kinerja berpotensi menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berdampak pada produktivitas kerja. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran beban kerja sebagai upaya pencegahan dan pengendalian risiko kerja. Metode Schulding Mute digunakan sebagai pendekatan sederhana dan efektif untuk menilai beban kerja fisik melalui pengukuran denyut jantung pekerja selama aktivitas kerja guna memperkirakan tingkat beban kardiovaskular. Penilaian ini dikombinasikan dengan aspek higiene industri, meliputi pencahayaan, suhu ruangan, ventilasi, dan kebersihan lingkungan kerja yang turut memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pegawai. Hasil penilaian ergonomi dan beban kerja ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kondisi kerja, meningkatkan kesehatan dan keselamatan pegawai, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.
Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi pada Mahasiswi yang Tinggal di Rumah Kost Lubis, Nurul Hasanah; Winanda , Marsya; batubara , Delima amina sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6979

Abstract

Prevalensi masalah gizi pada mahasiswi yang tinggal di rumah kost menjadi perhatian penting karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan performa akademik, terutama melalui status gizi yang diukur menggunakan indeks massa tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan status gizi pada mahasiswi yang tinggal di rumah kost. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan metodologi kuantitatif. Sebanyak 30 mahasiswi yang tinggal di rumah kost dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data pola makan dilakukan melalui kuesioner, sedangkan status gizi ditentukan menggunakan pengukuran berat dan tinggi badan untuk menghitung IMT, yang kemudian diklasifikasikan menjadi kurus, normal, dan gizi lebih. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk memeriksa hubungan antarvariabel pada tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dan status gizi (p=0,018). Mahasiswi dengan pola makan baik lebih banyak memiliki status gizi normal, sementara mereka dengan pola makan kurang lebih cenderung memiliki status gizi kurus. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pola makan, termasuk frekuensi makan, keragaman pangan, dan pemilihan makanan bergizi, menjadi faktor penting dalam mempertahankan status gizi yang optimal. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perbaikan pola makan merupakan strategi kunci untuk meningkatkan dan menjaga status gizi pada mahasiswi kost. Oleh karena itu, intervensi berupa edukasi gizi, pengelolaan menu harian, dan peningkatan literasi gizi dapat digunakan sebagai langkah promotif dan preventif untuk mencegah masalah gizi jangka panjang, termasuk risiko gangguan kesehatan reproduksi dan penyakit tidak menular di kemudian hari.