Mahasiswa yang aktif terlibat dalam organisasi menghadapi tuntutan akademik dan organisasi secara bersamaan, meningkatkan risiko academic burnout. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan emosional, sikap sinis terhadap studi, dan penurunan efektivitas akademik. Ketahanan dan manajemen waktu dianggap sebagai faktor pelindung yang membantu mahasiswa mengelola stres dan menyeimbangkan tuntutan peran ganda. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ketahanan dan manajemen waktu dalam academic burnout di kalangan mahasiswa yang aktif terlibat dalam organisasi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Sampel terdiri dari 136 mahasiswa yang aktif terlibat dalam organisasi, dipilih menggunakan sampling acak. Instrumen yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS), Academic Resilience Scale (ARS-30), dan Time Management Behavior Scale (TMBS). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa ketahanan dan manajemen waktu berhubungan negatif dan signifikan dengan academic burnout, serta secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap academic burnout. Kesimpulan: Ketahanan dan manajemen waktu merupakan faktor penting dalam mengurangi academic burnout di kalangan mahasiswa yang terlibat dalam organisasi.
Copyrights © 2026