Hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab utama kematian yang paling umum terjadi di seluruh dunia dengan potensi merusak pembuluh darah di berbagai organ vital. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% dari total penduduk dengan 63.309.620 orang mengalami hipertensi dan 427.218 kematian yang dipicu oleh kondisi ini. Sumatera Utara menempati posisi ke-4 dengan prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia, dengan Kota Medan mencatat 7.174 kasus. Data Puskesmas Padang Bulan periode Januari-Maret 2025 menunjukkan terdapat 288 penderita hipertensi di Kelurahan Titi Rantai Medan. Gaya hidup yang tidak sehat, khususnya aktivitas fisik yang rendah dan pola makan tidak baik, merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam pengelolaan hipertensi. Survei awal menunjukkan variasi dalam aktivitas fisik dan pola makan penderita hipertensi di wilayah tersebut, sehingga diperlukan kajian mendalam untuk memberikan gambaran komprehensif sebagai dasar intervensi kesehatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang gambaran gaya hidup penderita hipertensi di Lingkungan Pasar 3 Kelurahan Titi Rantai Medan tahun 2025, dengan fokus pada aspek aktivitas fisik dan pola makan sebagai indikator utama gaya hidup. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 288 penderita hipertensi di Lingkungan Pasar 3 Kelurahan Titi Rantai Medan. Sampel berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin (margin of error 0,1). Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Guttman yang mengukur aktivitas fisik (7 pertanyaan) dan pola makan (5 pertanyaan). Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia dewasa 18-59 tahun (75,7%) dengan distribusi jenis kelamin relatif seimbang. Aktivitas fisik responden terdistribusi pada kategori baik dan cukup masing-masing 36,5%, sedangkan kategori kurang sebesar 27,0%. Temuan paling signifikan adalah 79,7% responden memiliki pola makan tidak baik yang ditandai dengan konsumsi makanan berlemak tinggi dan natrium berlebihan, sementara hanya 20,3% memiliki pola makan baik. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa gaya hidup penderita hipertensi di Lingkungan Pasar 3 Kelurahan Titi Rantai Medan memerlukan perbaikan signifikan, terutama pada aspek pola makan, sehingga diperlukan program edukasi gizi yang intensif dan pendekatan multi-sektoral untuk mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat dalam pengendalian hipertensi.
Copyrights © 2026