Berbagai masalah yang lazim terjadi pada masa remaja diantaranya Dismenorhea. Nyeri Haid (Dismenorhea) disebut juga kram menstruasi atau nyeri menstruasi. Menurut WHO (World Health Organization) Rata-rata insidensi terjadinya Nyeri Haid (Dismenorhea) pada wanita muda antara 16,8–81%. Di Indonesia prevalensi angka Nyeri Haid (Dismenorhea) sebesar 64,25%. Di MTS Negeri I Pesawaran diketahui pada tahun 2024 dikethaui 25% remaja yang mengeluh nyeri haid. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 85 ibu dengan sampel sebanyak 41 responden. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Analisi penelitian ini menggunakan uji Gamma. Perilaku konsumsi makanan cepat saji dengan kategori sering sebanyak 21 (51.2%), tingkat Stres ringan sebanyak 22 (53.7%), responden yang mengalami. Nyeri Haid (Dismenorhea) sebanyak 29 (70.7%). Hasil uji ststistic Nilai P Value 0,000 < nilai α (0,05) yang artinya ada Hubungan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran dengan hasil (P 0.000) namum tidak ada Hubungan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran (P 0.698). Diharapkan pada remaja untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji untuk menurunkan resiko kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea).
Copyrights © 2026