Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik kejadian longsor di Kawasan Lembah Anai melalui datalapangan dan data sekunder menggunakan Sistem Informasi Geografis, serta menganalisis tingkat kerawanan longsordengan metode Frequency Ratio berdasarkan kondisi fisik lapangan. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif,dengan pengumpulan data lapangan menggunakan GNSS dan pemanfaatan data sekunder seperti Citra resolusi tinggidari Google Earth, DEM, jenis tanah, curah hujan, geologi, dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa: Terdapat 19 titik longsor yang tersebar di kawasan Lembah Anai. Tingkat kerawanan longsor di kawasantersebut diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu kategori rendah seluas 31.368 ha (7,4%), kategori sedang seluas24.968 ha (5,9%), kategori tinggi seluas 104.087 ha (24,5%), dan kategori sangat tinggi seluas 264.094 ha (62,2%) daritotal luas wilayah penelitian. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar strategis bagi pengambil kebijakan dalammerumuskan upaya mitigasi bencana dan penataan ruang yang lebih adaptif, serta mendorong pengelolaan kawasanLembah Anai yang berkelanjutan
Copyrights © 2026