Mesin pembakaran internal merupakan sumber tenaga utama pada kendaraan bermotor yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh sistem pendinginan. Suhu kerja mesin yang terlalu tinggi dapat menurunkan efisiensi termal, mempercepat keausan komponen, serta meningkatkan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu,diperlukan metode pendinginan yang lebih efektif untuk menjaga stabilitas suhu operasi mesin.Penenlitian ini bertujuan untuk menganalisisdan mengembangkan metode pendinginan yang mampu meningkatkan efisiensi mesin pembakaran internal melalui pengendalian suhu optimal pada rung bakar dan komponen vital mesin.Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Beberapa sistem pendinginan di bandingkan,yaitu pendinginan konvesional berbasis air, pendinginan berbasis cairan etilen glikol, dan sistem pendingin tambahan menggunakan modul termoelektrik (peltier). Hasil menunjukan bahwa penggunaan sistem pendinginan hibrida (air + paltier) mampu menurunkan suhu kerja mesin seingga 12% di banding sistem konvesional dan meningkatkan efisiensi termal sebesar 7,8%. Selain itu, konsumsi bahan bakar menurun secara signifikat tanpa mengurangi performa mesin. Metode hibrida terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi mesin pembakaran internal melalui pengendalian suhu yang lebih stabil. Penerapan metode ini berpotensi di kembangkan untuk kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026