Ketahanan pangan adalah salah satu isu yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Visi swasembada pangan dicanangkan pemerintah termaktub dalam Asta Cita yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu zero hunger. Nagari (desa) sebagai unit pemerintahan terkecil harus memiliki kesadaran situasional mengenai potensi wilayah yang didukung dengan data yang komprehensif, khususnya pada sektor yang mendukung ketahanan pangan, yaitu pertanian. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam menginisasi Smart Agriculture Village melalui Volunteered Geographic Activity (VGA) untuk membangun data ketahanan pangan dan pertanian di Nagari Air Manggis Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Secara khusus kegiatan ini diarahkan untuk pengumpulan, pengelolaan, dan publikasi data spasial potensi pertanian secara partisipatif. Secara metodologis, kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pemetaan partisipatif, pengambilan data lapangan terkait potensi pertanian dan evaluasi hasil. Kegiatan ini menghasilkan keluaran berupa peta dan basis data sumber daya pertanian yang bersifat kolaboratif. Luas lahan sawah yang berhasil dipetakan melalui rangkaian kegiatan VGA di Nagari Air Manggis Selatan adalah 20,9 hektar berikut dengan informasi terkait pengelolaan dan produktivitasnya.
Copyrights © 2025