Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sedimen dan kecepatan aliran sungai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengambilan sampel tanah pada beberapa titik sepanjang 500 m dari Jembatan Putih Jl. Latamaccelling, serta uji laboratorium meliputi berat jenis tanah, analisa saringan, dan kadar air tanah, disertai pengukuran kecepatan aliran menggunakan current meter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sedimen yang terdapat di Sungai Ammasangan terdiri atas pasir, kerikil, dan tanah dengan berat jenis rata-rata berkisar antara 2,60–2,70 gr/cm³. Analisa saringan memperlihatkan gradasi butir sedimen dominan berupa pasir kasar hingga halus. Nilai kadar air tanah bervariasi antara 15%–35% tergantung lokasi pengambilan. Pengukuran lapangan menunjukkan kecepatan aliran sungai rata-rata sebesar ±0,63 m/s dengan debit aliran sekitar 2,5–3,0 m³/s. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sedimentasi Sungai Ammasangan cukup signifikan sehingga mempengaruhi kapasitas penampang sungai dan berpotensi meningkatkan risiko banjir. The objective of this study was to determine the characteristics of sediment and river flow velocity. The method used was a quantitative approach through soil sampling at several points along a 500-meter stretch from the White Bridge on Jl. Latamaccelling. Laboratory tests included soil specific gravity, sieve analysis, and soil water content, along with flow velocity measurements using a current meter. Test results indicated that the sediment in the Ammasangan River consists of sand, gravel, and soil with an average specific gravity ranging from 2.60–2.70 g/cm³. Sieve analysis revealed a dominant sediment grain gradation of coarse to fine sand. Soil water content varied between 15%–35% depending on the sampling location. Field measurements indicated an average river flow velocity of ±0.63 m/s with a flow rate of approximately 2.5–3.0 m³/s. From these results, it can be concluded that sedimentation in the Ammasangan River is significant enough to affect the river's cross-sectional capacity and potentially increase the risk of flooding.
Copyrights © 2025