Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perubahan Waktu Pada Pelaksanaan Preservasi/ Peningkatan Terminal Penumpang Tipe A Samarinda Seberang di Samarinda Dengan Metode Penanganan Konflik Sulistiono, Waluyo
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i1.2503

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode penanganan konflik yang sering digunakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi preservasi/peningkatan terminal penumpang tipe A Samarinda Seberang di kota Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui pekerjaan langsung yang dilaksanakan kontraktor PT. Boriandy Putra dan survei langsung lapangan serta pengadaan kuesioner dengan responden yang diteliti yaitu Pelaksana/kontraktor, konsultan pengawas dan pemilik pada tingkat manajemen menengah yang pernah terlibat dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi gedung. Analisis dilakukan dengan melihat realitas hasil pelaksanaan dan juga mencari frekuensi dari hasil jawaban responden baik kontraktor maupun konsultan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahap pelaksanaan konstruksi, metode yang sering digunakan untuk menyelesaikan konflik permasalahan keterlambatan pelaksanaan pada sumber konflik akibat kontrak dan spesifikasi, sumber daya manusia, manajemen dan organisasi  unsur-unsur  proyek, keadaan proyek, biaya dan perbedaan kultur adalah sama yaitu dengan menggunakan  pendekatan  problem solving. This research is a descriptive research that aims to find out how conflict resolution methods are often used in the implementation of construction projects for the preservation/improvement of the Samarinda Seberang type A passenger terminal in the city of Samarinda, East Kalimantan Province. Data obtained through direct work carried out by the contractor PT. Boriandy Putra and direct field surveys as well as procurement of questionnaires with the respondents studied, namely executors/contractors, supervising consultants and owners at the middle management level who have been involved in implementing building construction. The analysis was carried out by looking at the reality of the results of the implementation and also looking for the frequency of the results of the respondents' answers, both contractors and consultants. The results of the analysis show that at the construction implementation stage, the methods often used to resolve conflicts over delays in implementation at the source of conflict due to contracts and specifications, human resources, management and organization of project elements, project circumstances, costs and cultural differences are the same as using a problem-solving approach.
Evaluasi Sedimentasi Aliran Sungai Ammasangan Kota Palopo Wahyuddin, Firli; Indrajaya, Indrajaya; Muarif, Muarif; Sulistiono, Waluyo
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7998

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sedimen dan kecepatan aliran sungai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengambilan sampel tanah pada beberapa titik sepanjang 500 m dari Jembatan Putih Jl. Latamaccelling, serta uji laboratorium meliputi berat jenis tanah, analisa saringan, dan kadar air tanah, disertai pengukuran kecepatan aliran menggunakan current meter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sedimen yang terdapat di Sungai Ammasangan terdiri atas pasir, kerikil, dan tanah dengan berat jenis rata-rata berkisar antara 2,60–2,70 gr/cm³. Analisa saringan memperlihatkan gradasi butir sedimen dominan berupa pasir kasar hingga halus. Nilai kadar air tanah bervariasi antara 15%–35% tergantung lokasi pengambilan. Pengukuran lapangan menunjukkan kecepatan aliran sungai rata-rata sebesar ±0,63 m/s dengan debit aliran sekitar 2,5–3,0 m³/s. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sedimentasi Sungai Ammasangan cukup signifikan sehingga mempengaruhi kapasitas penampang sungai dan berpotensi meningkatkan risiko banjir. The objective of this study was to determine the characteristics of sediment and river flow velocity. The method used was a quantitative approach through soil sampling at several points along a 500-meter stretch from the White Bridge on Jl. Latamaccelling. Laboratory tests included soil specific gravity, sieve analysis, and soil water content, along with flow velocity measurements using a current meter. Test results indicated that the sediment in the Ammasangan River consists of sand, gravel, and soil with an average specific gravity ranging from 2.60–2.70 g/cm³. Sieve analysis revealed a dominant sediment grain gradation of coarse to fine sand. Soil water content varied between 15%–35% depending on the sampling location. Field measurements indicated an average river flow velocity of ±0.63 m/s with a flow rate of approximately 2.5–3.0 m³/s. From these results, it can be concluded that sedimentation in the Ammasangan River is significant enough to affect the river's cross-sectional capacity and potentially increase the risk of flooding.
Evaluasi Manajemen Waktu Dan Biaya Proyek Menggunakan Metode Critical Path Method: Studi Kasus Pekerjaan Pembangunan Ruang Kelas SDN 22 Belopa Kabupaten Luwu Fausan, Andi; Jusmidah, Jusmidah; Sulistiono, Waluyo; Nurhidayah, Nurhidayah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas durasi dan biaya proyek dengan menganalisis manajemen waktu dan biaya menggunakan Metode Critical Path Method (CPM). Keterlambatan proyek diidentifikasi disebabkan oleh kurangnya tenaga kerja di lokasi dan masalah koordinasi dalam pengadaan material, yang menyebabkan pekerjaan seperti pemasangan dinding dan plesteran tertunda hingga empat minggu dari jadwal semula. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis data kuantitatif menggunakan perhitungan Network Planning, Forward Pass, Backward Pass, dan Total Float. Hasil analisis CPM menunjukkan bahwa durasi waktu penyelesaian proyek yang efektif adalah 126 hari. Waktu ini menghasilkan penghematan waktu signifikan dibandingkan rencana awal dan menunjukkan potensi penghematan 8 hari dari realisasi, contohnya pekerjaan acian dinding dapat dimulai sebelum keseluruhan plesteran dinding selesai. Jalur kritis pada proyek ini ditemukan pada kegiatan: A, C, D, F, G, H, J, Q, dan AE. This study aims to evaluate the effectiveness of the project's duration and cost by analyzing time and cost management using the Critical Path Method (CPM). Project delays were identified as being caused by a lack of labor on site and coordination problems in material procurement, which caused works such as wall installation and plastering to be delayed by up to four weeks from the original schedule. The research method used was a case study with quantitative data analysis using Network Planning, Forward Pass, Backward Pass, and Total Float calculations. The results of the CPM analysis showed that the effective project completion time was 126 days. This time resulted in significant time savings compared to the initial plan and showed a potential saving of 8 days from realization, for example, wall plastering work could begin before the entire wall plastering was completed. The critical path in this project was found in activities: A, C, D, F, G, H, J, Q, and AE.