Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi maskulinitas dalam video iklan “Mudah Kaya Raya” dengan memeriksa makna simbolis yang tertanam dalam elemen visual dan naratifnya. Dengan menggunakan kerangka semiotik Roland Barthes, penelitian ini menganalisis tiga tingkat makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana maskulinitas dibangun dan dikomunikasikan melalui adegan, visual, gaya pakaian, dialog, gerak tubuh, dan tanda-tanda simbolis lainnya yang disajikan dalam iklan tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif, yang berfokus pada pengamatan dan interpretasi detail terhadap isi iklan. Data diperoleh dengan menganalisis secara sistematis adegan-adegan terpilih yang secara menonjol menampilkan atribut maskulin. Pada tingkat denotatif, maskulinitas secara eksplisit direpresentasikan melalui indikator visual seperti penampilan pria, pilihan mode, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan peran naratif yang digambarkan dalam video. Pada tingkat konotatif, representasi ini menyampaikan pesan implisit yang berkaitan dengan kepercayaan diri, otoritas, kesuksesan, ketahanan, dan status sosial, yang umumnya dikaitkan dengan cita-cita maskulin. Lebih lanjut, analisis mitologis mengungkapkan bahwa maskulinitas dalam iklan tersebut tidak digambarkan sebagai konsep tunggal atau kaku. Sebaliknya, maskulinitas dibentuk oleh beragam nilai budaya dan konteks sosial, yang mencerminkan variasi identitas maskulin di berbagai wilayah dan tradisi. Iklan tersebut membangun maskulinitas tidak hanya melalui kekuatan fisik atau penampilan, tetapi juga melalui tanggung jawab, etos kerja, pengendalian emosi, kepribadian, dan sikap terhadap peran sosial. Temuan menunjukkan bahwa iklan “Mudah Kaya Raya” memainkan peran penting dalam memperkuat dan menegosiasikan makna sosial maskulinitas. Studi ini menunjukkan bahwa iklan berfungsi sebagai media berpengaruh yang mencerminkan dan membentuk konstruksi sosial maskulinitas dalam masyarakat, berkontribusi pada pemahaman budaya yang lebih luas tentang identitas dan representasi gender.
Copyrights © 2025