Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Framing Model Robert Entman tentang Pemberitaan Kasus Korupsi Bansos Juliari Batubara di Kompas.com dan BBCIndonesia.com Intan Leliana; Herry herry; Panji Suratriadi; Edward Enrieco
Cakrawala - Jurnal Humaniora Vol 21, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v21i1.10042

Abstract

Corruption is a pervasive global problem with detrimental effects on economic performance, political stability and community integration. Corruption has provided its own moment for the mass media which includes electronic mass media and printed mass media today to be used as the latest news which is called the Headline (headline). One of the news that discusses the new corruption case is the case of Social Assistance Funds (Bansos) at the Ministry of Social Affairs. The Corruption Eradication Commission (KPK) which has appointed the Minister of Social Affairs (Mensos) Juliari Batubara as a suspect in the corruption of social assistance (Bansos) for residents affected by the Covid 19 pandemic. The method in this study uses a qualitative description which aims to describe systematically, factually, and accurately about news on the corruption case of Social Affairs Minister for Social Affairs Juliari Batubara in Kompas.Com and BBCIndonesia.com with framing Robert Entman analysis. The results of this study are based on the results of the framing analysis in this study, it is very clear that the role of the media is not limited to conveying information, the times demand the media to play the role of 'watch dog' or guard dog and control for the government and related institutions in formulating every policy. for the benefit of society. The results of the study show that the media Kompas.com and BBCIndonesia.com provide space for information and clarification for the government and the KPK to make all efforts to curb and overcome the problem of corruption in covid 19 social assistance funds. Keywords: Corruption, Framing, Bansos
Roland Barthes Semiotics Analysis of Human Interest Works at The Beauty Of Photography Exhibition Herry, Herry; Enrieco, Edward; Lukman , Lukman; Paksi, Yudha Febri Al
Jurnal ICT : Information and Communication Technologies Vol. 15 No. 2 (2024): October, Jurnal ICT : Information and Communication Technologies
Publisher : Marqcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jict.v15i2.188

Abstract

This research is titled Roland Barthes Semiotics Analysis of Human Interest Work at The Beauty of Photography Photo Exhibition. The purpose of this study is to determine the influence of human interest aspects on photojournalism at The Beauty of Photography photo exhibition. In selecting photo objects for the collection of respondents taken from photos by students as photo exhibition participants at the time of the photo exhibition. The theory used and considered relevant in this research is Roland Barthes Theory. The method used in this research uses a descriptive qualitative interpretive study method with a critical paradigm. This study found that the meaning of connotation is found in the photos analyzed and that the results of the photos can be understood not only by looking at the photos, but there are ways of reading certain photos so that the message received is in accordance with what the photographer wants to convey.
Analisis Human Interest Pada Pameran Foto Karya Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Dan Bahasa Ubsi Enrieco, Edward; Herry, Herry
KOMUNIKA Vol 3 No 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komunika.v3i1.4652

Abstract

Journalistic photography is one of the categories in the art of photography. The expertise to produce journalistic photographic works is a demand for communication students who are in the Faculty of Communication Science and Language University of Bina Sarana Informatika. One of the assessments of their work is to exhibit journalistic photography. Human Interest is one of the values of news in journalism so that the human interest element becomes part of the value-taking process. The problem in this research is how is the human interest in the exhibition of photojournalism students Faculty of Communication and Language University Bina Sarana Informatika, using the semiotic analysis of Barthes? The study uses a descriptive qualitative method with data analysis techniques in the form of literature and documentation studies. The results showed that photojournalism was able to display the human interest element so that it became self-interest for the viewer. In addition, the photographs displayed have meaningful meaning and message in the community.AbstractFotografi jurnalistik merupakan salah satu kategori dalam seni fotografi. Keahlian menghasilkan karya fotografi jurnalistik merupakan tuntutan bagi mahasiswa komunikasi yang berada di lingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika. Salah satu penilaian hasil karya mereka adalah dengan melakukan pameran fotografi jurnalistik. Human interest merukan salah satu nilai berita dalam jurnalistik sehingga unsur human interest menjadi bagian pada proses pengambilan nilai tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana unsur human interest pada pameran foto jurnalistik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika dengan menggunakan analisis semiotika Barthes? Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data berupa studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto jurnalistik mampu menampilkan unsur human interest sehingga menjadi ketertarikan sendiri bagi audiens yang melihatnya. Selain itu foto-foto yang ditampilkan memiliki makna dan pesan yang berarti di masyarakat.
Interpretasi Lirik Lagu 'Bukan Orangnya' oleh Juicy Luicy Dalam Semiotika Ferdinand de Saussure Teguh, Teguh Tri Susanto; Adhitya Fadilla, Muhammad; Niswa Aceh, Khairatun; hhe, Herry; Enrieco, Edward
Jurnal Media Penyiaran Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v5i1.9264

Abstract

Juicy Luicy merupakan salah satu band pop Indonesia yang musiknya banyak disukai oleh para anak muda. Dengan lirik yang sederhana dan musik yang menggugah, Juicy Luicy menciptakan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan makna mendalam bagi pendengarnya. Salah satu lagunya adalah Bukan Orangnya. Melalui penelitian ini akan menganalisis lirik lagu tersebut menggunakan semiotika Ferdinand De Saussure. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna yang terkandung dalam lirik lagu Bukan Orangnya oleh Juicy Luicy. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah lagu Bukan Orangnya oleh Juicy Luicy memiliki makna tidak perlu sedih berlarut-larut ketika menghadapi sebuah perpisahan. Walaupun perpisahan itu menyakitkan, namun kesedihan tersebut hanyalah sementara. Selain itu, tidak perlu mencari alasan atas perpisahan tersebut karena mungkin perpisahan tersebut terjadi karena orang tersebut bukanlah jodoh ataupun pasangan yang tepat.
MESSAGE DESIGN LOGIC PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI : (KAJIAN SEMIOTIKA SOSIAL KARYA FOTOGRAFER ULLY ZOELKARNAIN) Enrieco, Edward; Ronda, Andi Mirza; Alifahmi, Hifni
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 6 No 2 (2023): May
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v6i2.5497

Abstract

Fotografer Ully Zoelkarnain sebagai pekerja seni kreatif murni dan seni komersial, berpijak pada dua tarikan keadaan. Dengan masalah dua tarikan pemikiran logika desain pesan berdasarkan idealisme pribadi dan pesanan, pada konsep makna foto yang harus dikoordinasikan dengan cermat. Penelitian bertujuan mengungkap logika desain pesan pada makna foto konteks portrait fullbody-shot karya fotografer Ully Zoelkarnain, sebagai seniman murni dan seniman komersial dalam bekerja. Menganalisis logika pesan dari hasil konsep makna karya foto berupa pemikiran ekspresif fotografer dan pemikiran permintaan. Metode analisis deskriptif digunakan teori semiotika sosial dengan konsep Metafungsi dalam bahasa gambar untuk mengungkap makna pesan, kemudian hasil makna pesan dianalisis keterkaitannya dengan premis pada teori Message design logic, dan metode triangulasi dengan narasumber. Tiga subjek foto merepresentasikan makna struktur naratif terkait dengan hasil logika desain ekspresif dan retorika pada pemikiran pesan makna foto. Satu subjek foto merepresentasikan makna struktur konseptual dengan hasil logika desain konvensional pada konsep bersama pengguna foto. Tiga Logika desain pesan dalam sebuah foto karya fotografer tidak semua akan dimunculkan, tergantung dari konteks produksi pesan pada foto tersebut.
The Representasi Maskulinitas Pad Video Iklan YouTube “Mudah Kaya Raya”: Analisis Semiotika Roland Barthes Ramadhan, Farid; Enrieco, Edward; Suratriadi, Panji
KOMUNIKA Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi maskulinitas dalam video iklan “Mudah Kaya Raya” dengan memeriksa makna simbolis yang tertanam dalam elemen visual dan naratifnya. Dengan menggunakan kerangka semiotik Roland Barthes, penelitian ini menganalisis tiga tingkat makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana maskulinitas dibangun dan dikomunikasikan melalui adegan, visual, gaya pakaian, dialog, gerak tubuh, dan tanda-tanda simbolis lainnya yang disajikan dalam iklan tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif, yang berfokus pada pengamatan dan interpretasi detail terhadap isi iklan. Data diperoleh dengan menganalisis secara sistematis adegan-adegan terpilih yang secara menonjol menampilkan atribut maskulin. Pada tingkat denotatif, maskulinitas secara eksplisit direpresentasikan melalui indikator visual seperti penampilan pria, pilihan mode, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan peran naratif yang digambarkan dalam video. Pada tingkat konotatif, representasi ini menyampaikan pesan implisit yang berkaitan dengan kepercayaan diri, otoritas, kesuksesan, ketahanan, dan status sosial, yang umumnya dikaitkan dengan cita-cita maskulin. Lebih lanjut, analisis mitologis mengungkapkan bahwa maskulinitas dalam iklan tersebut tidak digambarkan sebagai konsep tunggal atau kaku. Sebaliknya, maskulinitas dibentuk oleh beragam nilai budaya dan konteks sosial, yang mencerminkan variasi identitas maskulin di berbagai wilayah dan tradisi. Iklan tersebut membangun maskulinitas tidak hanya melalui kekuatan fisik atau penampilan, tetapi juga melalui tanggung jawab, etos kerja, pengendalian emosi, kepribadian, dan sikap terhadap peran sosial. Temuan menunjukkan bahwa iklan “Mudah Kaya Raya” memainkan peran penting dalam memperkuat dan menegosiasikan makna sosial maskulinitas. Studi ini menunjukkan bahwa iklan berfungsi sebagai media berpengaruh yang mencerminkan dan membentuk konstruksi sosial maskulinitas dalam masyarakat, berkontribusi pada pemahaman budaya yang lebih luas tentang identitas dan representasi gender.
Konstruksi “Bocor Alus Politik” Tempodotco terhadap Manajemen Komunikasi Pemerintahan Prabowo Maida, Serepina Tiur; Enrieco, Edward; Sartika, Rawit; Pranawukir, Iswahyu; Alamsyah, Alamsyah
Jurnal Cyber PR Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : University of Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/cyberpr.v5i2.6509

Abstract

This study aims to analyze how Tempodotco, through the program “Bocor Alus Politik,” constructs the representation of communication management in the Prabowo Subianto administration, specifically through the episode titled “Sjafrie Sjamsoeddin di Antara Manuver Politik dan Komunikasi Ruwet Prabowo.” The approach employed is qualitative content analysis, examining narrative messages, diction, framing, and political symbols presented in the episode. The focus of the analysis is on how Tempodotco narrates the dynamics of political communication within the elite circles of government, including communication strategies, discourse conflicts, and the leadership image of Prabowo constructed through digital political journalism narratives. The findings indicate that “Bocor Alus Politik” does not merely provide information but functions as a discursive space framing the government as an entity characterized by intrigue and complex internal communication. The framing presented by Tempodotco constructs the image of the Prabowo administration as a figure with fragmented yet strategic communication, revealing the dialectics between loyalty, pragmatism, and efforts to maintain post-election political stability. This study contributes to the study of digital media political communication by highlighting the role of media in shaping public perception of the governance and communication management of a new administration.