Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS LEVEL KEMAMPUAN METAKOGNISI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI RASA INGIN TAHU Ramadhan, Farid; Rustina, Ratna; Mulyani, Eva
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v9i1.443

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan level kemampuan metakognisi matematis siswa berdasarkan rasa ingin tahu. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket rasa ingin tahu dan soal tes kemampuan metakognisi matematis yang telah divalidasi. Instrumen diberikan kepada 25 siswa kelas IX di SMP Negeri 16 Tasikmalaya. Angket rasa ingin tahu diberikan untuk membagi siswa kedalam tingkat rasa ingin tahu tinggi, sedang, dan rendah. Soal tes kemampuan metakognisi diberikan untuk melihat level kemampuan metakognisi siswa. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah: (1) Subjek dengan rasa ingin tahu tinggi berada pada level reflective use dan strategis use; (2) Subjek dengan rasa ingin tahu sedang berada pada level reflective use, strategic use, aware use, dan tracit use; dan (3) Subjek dengan rasa ingin tahu rendah berada pada level aware use dan tracit use.
Kualitas Air Permukaan di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor Ramadhan, Farid; Syahrulyati, Teti; Sutanto, Sutanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61608

Abstract

Isu kelestarian lingkungan, terutama terkait dengan pencemaran oleh limbah sampah, menjadi perhatian penting dalam pengelolaan kota besar. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah merupakan sumber pencemar utama, menghasilkan air lindi yang mencemari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air permukaan di sekitar TPA Sampah Galuga, Kabupaten Bogor, pada tahun 2024. Melalui pengumpulan data dan analisis parameter kimia, fisika, dan mikrobiologi air, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pengelolaan TPA Sampah Galuga, terutama melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), terhadap lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian menyajikan gambaran tentang dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Galuga. Air di sekitar TPA tersebut telah melebihi batas maksimum yang diizinkan untuk beberapa parameter, yang berarti telah melampaui standar kualitas air Kelas III yang ditetapkan. Berdasarkan Indeks Kualitas Air (IKA), beberapa lokasi menunjukkan kualitas air baik, sedang, atau buruk. Namun, secara keseluruhan, rata-rata IKA menunjukkan bahwa kualitas air di sekitar TPA Galuga masuk ke dalam Indeks Kualitas sedang.
SISTEM INFORMASI PANGGIL KULI PROYEK (SIPAKUPROY) BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER Bismi, Waeisul; Febriyani, Anisa; Ramadhan, Farid
(JITEK)Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 9, No 2/Nov (2023): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v9i2/Nov.16198

Abstract

The development of Website-based information systems has provided significant benefits in terms of distance, time, and accessibility, particularly in the construction industry for finding skilled and experienced construction workers. However, challenges arise in finding qualified workforce due to the phenomenon of globalization. To overcome this issue, SIPAKUPROY is designed as an information system that supports these needs. Through SIPAKUPROY, users can access multiple construction worker teams, obtain detailed pricing information, and follow an efficient payment process. The transition process from manual to digital sales systems, known as digitalization, is a crucial key in implementing SIPAKUPROY, which requires suitable and reliable software and hardware. In the design of SIPAKUPROY, user-friendly design is the main focus, aiming to provide an easy and comfortable user experience. Overall, SIPAKUPROY offers a solution for individuals seeking reliable construction workers without personal connections in the industry. Thus, SIPAKUPROY makes a positive contribution in addressing the challenges faced in finding trustworthy construction workers in this era of globalization.
The Representasi Maskulinitas Pad Video Iklan YouTube “Mudah Kaya Raya”: Analisis Semiotika Roland Barthes Ramadhan, Farid; Enrieco, Edward; Suratriadi, Panji
KOMUNIKA Vol 9 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi maskulinitas dalam video iklan “Mudah Kaya Raya” dengan memeriksa makna simbolis yang tertanam dalam elemen visual dan naratifnya. Dengan menggunakan kerangka semiotik Roland Barthes, penelitian ini menganalisis tiga tingkat makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana maskulinitas dibangun dan dikomunikasikan melalui adegan, visual, gaya pakaian, dialog, gerak tubuh, dan tanda-tanda simbolis lainnya yang disajikan dalam iklan tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif, yang berfokus pada pengamatan dan interpretasi detail terhadap isi iklan. Data diperoleh dengan menganalisis secara sistematis adegan-adegan terpilih yang secara menonjol menampilkan atribut maskulin. Pada tingkat denotatif, maskulinitas secara eksplisit direpresentasikan melalui indikator visual seperti penampilan pria, pilihan mode, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan peran naratif yang digambarkan dalam video. Pada tingkat konotatif, representasi ini menyampaikan pesan implisit yang berkaitan dengan kepercayaan diri, otoritas, kesuksesan, ketahanan, dan status sosial, yang umumnya dikaitkan dengan cita-cita maskulin. Lebih lanjut, analisis mitologis mengungkapkan bahwa maskulinitas dalam iklan tersebut tidak digambarkan sebagai konsep tunggal atau kaku. Sebaliknya, maskulinitas dibentuk oleh beragam nilai budaya dan konteks sosial, yang mencerminkan variasi identitas maskulin di berbagai wilayah dan tradisi. Iklan tersebut membangun maskulinitas tidak hanya melalui kekuatan fisik atau penampilan, tetapi juga melalui tanggung jawab, etos kerja, pengendalian emosi, kepribadian, dan sikap terhadap peran sosial. Temuan menunjukkan bahwa iklan “Mudah Kaya Raya” memainkan peran penting dalam memperkuat dan menegosiasikan makna sosial maskulinitas. Studi ini menunjukkan bahwa iklan berfungsi sebagai media berpengaruh yang mencerminkan dan membentuk konstruksi sosial maskulinitas dalam masyarakat, berkontribusi pada pemahaman budaya yang lebih luas tentang identitas dan representasi gender.
Pola Kebiasaan Sarapan Mahasiswa Berdasarkan Statistik Deskriptif Maarip, Jaenul; Noegroho, Asad Nur Satrio; Ardiansyah, Ibnu; Ramadhan, Farid; Rosyani, Perani
TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2026): TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan berfungsi sebagai sumber energi primer bagi mahasiswa untuk mempertahankan konsentrasi dan kinerja kognitif selama kegiatan pembelajaran di lingkungan kampus. Meskipun demikian, sejumlah mahasiswa sering mengabaikan waktu makan ini akibat keterbatasan jadwal dan pengelolaan waktu, yang berpotensi mengurangi efisiensi dalam menyerap materi perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik pola kebiasaan sarapan mahasiswa dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer melalui kuesioner yang didistribusikan kepada mahasiswa sebagai responden. Analisis data dilakukan dengan menghitung frekuensi, nilai modus, dan proporsi untuk menentukan kecenderungan pola konsumsi makanan mahasiswa secara sistematis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa menunjukan frekuensi sarapan yang rendah, dengan nilai modus yang menandai kecenderungan melewatkan sarapan lebih dari tiga kali dalam waktu satu minggu. Proporsi mahasiswa yang melakukan sarapan secara rutin jauh lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang hanya makan Ketika memiliki waktu senggang. Temuan ini menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa belum memprioritaskan asupan nutrisi pagi sebagai pendukung proses belajar. Sebagai kesimpulan, terdapat kebutuhan mendesak bagi institusi pendidikan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang pentingnya pola makan sehat. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi formulasi kebijakan kampus dalam menyediakan fasilitas atau alokasi waktu istirahat yang lebih kondusif bagi pengembangan budaya sarapan sehat.