Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMK3) telah diterapkan oleh manajemen proyek, namun tingkah laku dan kondisi yang tidak selamat dapat menjadi faktor penyumbang terjadinya kecelakaan. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi khusus untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Iklim Keselamatan kerja dianggap sebagai salah satu alat ukur untuk melihat kinerja keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk membangu n hubungan antara iklim keselamatan dengan kinerja keselamatan pada Project PLTM Tongar 2 x 3 MW Pasaman – West Sumatera. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada pihak yang terlibat dalam proyek antara lain karyawan dan seluruh pekerja proyek dan diolah menggunakan metode Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk menentukan faktor iklim keselamatan, dan dilakukan pengujian seperti reliabilitas, asumsi dengan KMO, MSA dan uji komunalitas. Untuk menentukan hubungan antara iklim keselamatan dengan kinerja keselamatan, digunakan pendekatan model persamaan struktural (structural equation modeling) dengan bantuan program Smart PLS. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan EFA, teridentifikasi enam faktor utama yang membentuk iklim keselamatan, yaitu Komitmen Manajemen dan Sumber Daya K3 (KMSD), Komitmen K3 (KmK), Dukungan Manajemen (DM), Prosedur dan Kesadaran K3 (PKD), serta Persepsi K3 (PiK). Model hubungan antara iklim keselamatan dan kinerja keselamatan menunjukkan bahwa faktor KMSD memiliki dampak paling signifikan terhadap kepatuhan K3. Faktor DM juga signifikan terhadap kepatuhan K3, sementara faktor PiK signifikan terhadap kepatuhan K3 dan partisipasi K3.
Copyrights © 2026