Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat, khususnya siswa dan guru di SMK Tritech Informatika Medan, terhadap motif batik sebagai warisan budaya nasional. Latar belakang kegiatan ini adalah adanya tren penurunan minat generasi muda terhadap batik, yang seringkali dianggap kuno dan kurang relevan. Banyak yang hanya mengenal batik sebatas pakaian tanpa memahami makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengabdian ini mengusung pendekatan inovatif dengan mengajarkan cara "membaca" pola batik menggunakan konsep bahasa biner dan pola abstrak. Metode yang digunakan meliputi workshop interaktif, sesi demonstrasi, dan praktik langsung. Dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada cara mengurai motif batik ke dalam serangkaian kode biner yang sederhana, yang kemudian dikaitkan dengan makna filosofisnya. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman yang signifikan sebesar 64,2% (dari rata-rata pre-test 54,5 menjadi post-test 89,5; p<0.05). Peningkatan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang makna simbolis motif-motif batik, seperti motif Parang dan Kawung. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan rasa bangga dan minat yang lebih besar terhadap batik, serta memberikan keterampilan dasar untuk menganalisis dan mengapresiasi keindahan motif batik dari perspektif yang berbeda dan lebih modern
Copyrights © 2026