Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Model Penanganan Stunting Permata Pomaa berbasis Pendidikan Digital dan Pengembangan GITOK (Teknologi Hidroponik Gizi) dilaksanakan di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat, dengan mitra sasaran yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mitra sasaran kelompok masyarakat Non-Produktif, yaitu kader Posyandu dan mitra sasaran kelompok masyarakat Produktif, yaitu UMKM Awaina. Desa ini tercatat memiliki 341 keluarga berisiko stunting yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi, kebiasaan memberikan makanan rendah gizi seperti mi instan dan minyak goreng bekas, serta faktor ekonomi yang membatasi akses terhadap makanan sehat. Pola makan anak yang tidak teratur dan kebiasaan membiarkan anak kesulitan makan tanpa solusi telah memperburuk situasi ini, serta lemahnya perekonomian masyarakat di desa tersebut, sehingga Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat juga termasuk dalam daerah dengan garis kemiskinan ekstrem. UMKM Awaina telah terlibat dalam produksi pasta udang dan ikan asin. Namun, sejauh ini produksi UMKM Awaina masih sangat terbatas dan pemasarannya hanya di wilayah lokal Kota Langsa. Sebagai solusinya, program ini menghadirkan pendekatan teknologi dan pemberdayaan untuk Manajemen Stunting PERMATA POMAA berbasis Pendidikan Digital melalui pengembangan aplikasi pendidikan digital PERMATA POMAA & GITOK. Aplikasi ini memberikan informasi mengenai Menu Makanan Pendamping untuk anak, cara mengatur pola makan, pijat bayi dan pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan. Selain itu, program ini juga mendorong penggunaan kebun rumah sebagai kebun nutrisi berbasis hidroponik untuk menyediakan bahan makanan sehat yang terjangkau dan mandiri. Pelaksanaan program meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, aplikasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala.
Copyrights © 2025