Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana siswa sekolah dasar mengalami proses belajar public speaking serta berbagai hambatan yang memengaruhi perkembangan kemampuan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman siswa, guru, dan orang tua di SDN 040457 Berastagi melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kegiatan pembelajaran, serta telaah dokumen seperti rencana pelaksanaan pembelajaran dan portofolio tugas siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan berbicara di depan umum dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan. Dukungan guru, terutama melalui pemberian umpan balik, scaffolding, serta kesempatan tampil, terbukti berperan besar dalam meningkatkan keberanian dan performa siswa. Selain itu, pengalaman latihan yang berulang serta aktivitas yang variatif, seperti storytelling, presentasi sederhana, dan dialog, memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kefasihan dan keteraturan ide siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan utama, seperti kecemasan berbicara, rendahnya rasa percaya diri, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kurangnya fasilitas pendukung, termasuk perlengkapan audio maupun ruang penyajian yang memadai. Kurangnya keterlibatan orang tua dalam memberikan stimulasi komunikasi di rumah turut memperlambat perkembangan kemampuan berbicara siswa. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran public speaking yang lebih terarah, kesempatan praktik yang konsisten, serta kolaborasi sekolah dan orang tua agar perkembangan keterampilan berbicara siswa dapat berlangsung secara optimal.
Copyrights © 2026