Abstract: Numeracy literacy skills are one of the key indicators in assessing the quality of elementary education, especially in addressing the challenges of 21st-century global demands. However, results from national assessments and PISA data indicate low levels of numeracy literacy achievement among students in Indonesia, including those in the Madura region. This study aims to examine the effect of using the traditional game Loteng (Selodor Banteng) based on Madurologi on improving the numeracy literacy of fifth-grade students at SDN Kalianget Barat III, Sumenep Regency. The method employed was a quasi-experimental design using a nonequivalent control group. The study involved 30 students divided equally into experimental and control groups, each consisting of 15 students. The instrument used was a numeracy literacy test, analyzed using an independent sample t-test. The results showed a significant difference between the experimental and control groups, with posttest mean scores of 79.07 and 69.47 respectively, and a t-test significance value of 0.013 (< 0.05). These findings indicate that the Loteng traditional game contextualized through the Madurologi approach is effective in enhancing elementary students' numeracy literacy. Therefore, local-culture-based learning can serve as an enjoyable and meaningful alternative strategy to improve the quality of mathematics education at the elementary level. Keywords: Numeracy Literacy, Traditional Games, Madurologi, Loteng Abstrak: Kemampuan literasi numerasi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pendidikan dasar, terutama dalam menghadapi tantangan global abad ke-21. Namun, hasil asesmen nasional dan data PISA menunjukkan rendahnya capaian literasi numerasi siswa di Indonesia, termasuk di wilayah Madura. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan permainan tradisional Loteng (Selodor Banteng) berbasis Madurologi terhadap peningkatan literasi numerasi siswa kelas V SDN Kalianget Barat III, Kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing 15 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes literasi numerasi dan dianalisis dengan uji-t independent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol, dengan nilai rata-rata posttest masing-masing sebesar 79,07 dan 69,47, serta nilai signifikansi uji-t sebesar 0,013 (< 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional Loteng yang dikontekstualisasikan melalui pendekatan Madurologi efektif dalam meningkatkan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis budaya lokal dapat menjadi alternatif strategi yang menyenangkan dan bermakna dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika dasar. Kata Kunci: Literasi Numerasi, Permainan Tradisional, Madurologi, Loteng
Copyrights © 2025