Aktivitas fisik mahasiswa tergolong rendah karena kegiatan perkuliahan dan kurangnya literasi tentang kesehatan dan perilaku hidup sehat yang buruk dan kebiasaan hidup sedenter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan keterkaitan literasi kesehatan dan perilaku kesehatan terhadap aktivitas fisik. Analisis kuantitatif dipilih sebagai metode penelitian dengan desain penelitian korelasi. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia kampus daerah Sumedang jurusan PGSD PENJAS yang berjumlah 553 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel diperoleh dengan menggunakan rumus slovin n=NĂ·(1+Ne2) sehingga diperoleh sampel sebanyak 85 orang dan dibulatkan menjadi 100 orang. Kuesioner dibagikan secara online lalu dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogrov-Smirnof dan uji korelasi Spearman . Hasil analisis menyatakan nilai menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,095 dengan nilai signifikansi p = 0,349 membuktikan bahwa hubungan antara literasi kesehatan dan perilaku hidup sehat berada pada kategori sangat lemah. Literasi kesehatan dan aktivitas fisik juga tidak terdapat hubungan yang signifikan karena nilai r = -0,011 dengan signifikansi p = 0,911. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah berupa perspektif berbeda bahwa peningkatan literasi kesehatan dan perilaku hidup sehat tidak otomatis menjamin peningkatan aktivitas fisik mahasiswa, sehingga perlu pendekatan multidimensional yang mempertimbangkan faktor lingkungan, psikologis, maupun sosial.
Copyrights © 2025