Ketersediaan darah di Indonesia masih menjadi tantangan, khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan penanganan kasus kegawatdaruratan akibat terbatasnya stok darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan stok darah di tingkat puskesmas melalui Program Donor Keluarga Terintegrasi berbasis komunitas di wilayah kerja Puskesmas Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan literasi donor darah, serta pemetaan dan pendataan pendonor potensial berbasis keluarga melalui pemeriksaan golongan darah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesiapan masyarakat untuk berpartisipasi dalam sistem donor keluarga, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pretest dari 53,5 menjadi 89,9 pada posttest. Selain itu, pemeriksaan golongan darah terhadap peserta yang belum mengetahui golongan darahnya berhasil membentuk basis data awal calon pendonor, dengan distribusi golongan darah terbanyak adalah O (40%) dan seluruhnya memiliki rhesus positif. Respon masyarakat, perangkat desa, dan kader kesehatan menunjukkan dukungan positif terhadap keberlanjutan program. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan program puskesmas efektif dalam meningkatkan literasi, partisipasi, dan kesiapsiagaan donor darah, serta berpotensi memperkuat kemandirian sistem stok darah di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026