Kawasan Agrowisata Pango-Pango adalah kawasan dengan perpaduan wisata alam dan agrowisata di Kelurahan Tosapan, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja. Kondisi saat ini sebagian besar hard material dan soft material tidak terawat sehingga berkurang nilai estetika dan fungsionalnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi kegiatan pengelolaan untuk menghasilkan strategi pengelolaan lanskap yang berkelanjutan. Penelitian ini meliputi tahap persiapan, inventarisasi, analisis, dan sintesis. Inventarisasi dilakukan dengan survei lapang, wawancara, dan pengisian kuesioner. Analisis data yang dilakukan berupa analisis deskriptif dan analisis SWOT untuk menghasilkan rekomendasi. Hasil analisis menunjukkan perlu peningkatan pemeliharaan fisik dan ideal, kurangnya tenaga kerja serta kurang efektifnya melakukan kegiatan pemeliharaan. Analisis SWOT dilakukan dengan mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal pada pengelolaan Kawasan Agrowisata Pango-Pango. Strategi SWOT yang paling tepat diterapkan yaitu strategi strength-opportunity denganĀ mengoptimalkan kekuatan dan memanfaatkan peluang. Strategi S-O yang direkomendasikan Adalah mengoptimalkan kegiatan pemeliharaan pada tapak. Strategi kedua yaitu mengoptimalkan fasilitas sebagai daya tarik pengunjung. Strategi ketiga, mengoptimalkan penggunaan dan pemeliharaan alat pemeliharaan yang disediakan. Strategi terakhir yaitu mengoptimalkan kegiatan agrowisata dengan melibatkan pengunjung, membuka lapak yang menjual hasil pertanian, serta menambah atraksi.
Copyrights © 2025