Tujuan penelitian ini adalah memetakan dan mereview penerapan instrumen pengukuran kondisi fisik pada atlet pencak dengan mengunakan sumber data Garuda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif berdasarkan investigasi bibliometrik dan literature review. Diperoleh 48 jurnal nasional terakreditasi Sinta berdasarkan topik penelitian yang disesuaikan dengan tujuan penulisan. Hasil penelitian menunjukan 5 kelompok klaster dari topik penelitian. Dari hasil studi literatur review diperoleh 75% artikel mengunakan istilah “kondisi fisik” dalam mengukur kemampuan fisik atlet pencak silat. Studi ini menunjukan komponen tes yang paling konsisten diteliti adalah 1. fleksibilitas 2. kecepatan 3. kekuatan 4. kelincahan 5. daya tahan aerobik/anaerobik 6. keseimbangan 7. Power. Alat tes yang digunakan seperti: Multistage Fitness Test/bleep, Sit dan rich, sprint 30 meter, tes push-up, sit-up, dan wall sit, side steps, Vertical Power Jump Test. Menariknya hanya 27,7% yang menjelaskan petunjuk pengunaan tes, atau memiliki prosedure dalam pelaksanaan penelitian. Sehingga diperlukan pedoman standar dalam mengukur kondisi fisik atlet pencak silat. Panduan ini harus mencakup protokol pengukuran, alat yang digunakan, dan prosedur pelaksanaan yang jelas agar hasil lebih valid dan reliabel. Kolaborasi antara peneliti, pelatih, dan organisasi pencak silat untuk menyusun standar pengukuran kondisi fisik. Dengan adanya konsensus, akan lebih mudah menerapkan standar ini dalam kompetisi maupun pembinaan atlet di berbagai tingkatan.
Copyrights © 2026