Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kecerdasan emosional terhadap kemampuan pengambilan keputusan wasit sepak bola di Aceh Besar. Sampel penelitian terdiri dari 55 wasit sepak bola yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kecerdasan emosional dan pengambilan keputusan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas ANOVA, dan analisis korelasi Pearson. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data Kecerdasan Emosional (Sig. = 0,200) dan Pengambilan Keputusan (Sig. = 0,098) berdistribusi normal, memenuhi asumsi untuk analisis parametrik. Uji linearitas menemukan bahwa hubungan antara kedua variabel bersifat linear (Sig. Deviation from Linearity = 0,364). Analisis korelasi Pearson menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,835 dengan signifikansi 0,000, menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dan sangat signifikan. Temuan ini berarti bahwa 69,7% dari variasi dalam kemampuan pengambilan keputusan dapat dijelaskan oleh tingkat kecerdasan emosional wasit. Hasil penelitian konsisten dengan penelitian terdahulu pada berbagai populasi wasit dan cabang olahraga yang berbeda. Mekanisme yang mendasari hubungan positif ini melibatkan optimalisasi alokasi sumber daya kognitif, peningkatan efektivitas regulasi emosi, dan pengembangan efikasi diri. Implikasi praktis mencakup pengintegrasian kecerdasan emosional dalam program pelatihan wasit, implementasi sistem monitoring kesejahteraan mental berkelanjutan, program mentoring dan coaching dengan wasit senior, serta pengembangan simulasi situasi pertandingan bertekanan. Kesimpulannya, kecerdasan emosional merupakan faktor psikologis fundamental yang sangat berkontribusi terhadap kualitas pengambilan keputusan wasit sepak bola di Aceh Besar, dengan implikasi penting untuk pengembangan profesional wasit dan peningkatan integritas pertandingan sepak bola.
Copyrights © 2026