Penelitian ini mengkaji urgensi pembangunan berbasis ekosistem di tengah krisis lingkungan akibat modernisasi,dengan meninjau integrasi nilai agama dan budaya lokal. Fokus kajian diarahkan pada pengelolaan cagar alam di Provinsi Banten sebagai contoh konkret hubungan antara pembangunan, konservasi, dan kearifan lokal. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari berbagai literatur.Temuan studi ini mengindikasikan bahwa pembangunan yang berorientasi pada ekosistem memegang peranan penting dalam mencegah eksploitasi alam dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Upaya konservasi di Banten, seperti di Taman Nasional Ujung Kulon, Cagar Alam Pulau Dua, dan Cagar Alam Rawa Danau, telah mencerminkan integrasi ilmu pengetahuan dalam monitoring satwa, rehabilitasi habitat, dan pengembangan sistem peringatan dini. Namun, tantangan signifikan masih ditemui, termasuk perambahan hutan, penebangan liar, perburuan satwa, tekanan industri dan pariwisata, serta rendahnya kesadaran ekologis masyarakat.Maka dari itu, diperlukan pembenahan agar pembangunan berbasis ekosistem di Banten dapat menjadi model harmonisasi antara kemajuan sains modern dan pelestarian lingkungan hidup berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026