Pendahuluan: Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan ekstrem, memengaruhi kondisi fisik dan psikologis ibu bersalin. Nyeri yang berlebihan dapat meningkatkan stres dan gangguan hormonal yang berisiko terhadap kelancaran proses persalinan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis yang praktis dan efektif seperti teknik deep breathing, yang dapat menjadi solusi untuk mengurangi intensitas nyeri tanpa efek samping. Tujuan: Menganalisis pengaruh teknik deep breathing terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di TPMB Hj. A Kota Banjarmasin. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen pretest-posttest with control group design. Jumlah sampel sebanyak 12 orang ibu bersalin yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 6 orang. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil: Rata-rata skor nyeri sebelum intervensi pada kelompok eksperimen adalah 8,17 dan menurun menjadi 3,00 setelah intervensi. Pada kelompok kontrol, rata-rata skor nyeri sebelum intervensi adalah 8,17 dan menurun menjadi 7,50 tanpa intervensi. Uji paired t-test menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok eksperimen (p = 0,000), sedangkan independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan tekhnik deep breathing. Dengan cara memberikan dukungan emosional, seperti sentuhan lembut, kata-kata penyemangat, dan kehadiran yang menenangakan.
Copyrights © 2025