Lingkungan kerja merupakan salah satu sumber utama potensi bahaya bagi kesehatan pekerja. Kondisi kerja yang tidak memadai, seperti tingkat kebisingan yang melebihi Nilai Abang Batas (NAB), dapat menjadi faktor penyebab masalah kesehatan. Salah satu dampak psikologis dari kebisingan adalah munculnya stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebisingan dan stres kerja di kalangan pekerja perkebunan karet. Pendekatan kuantitatif cross-sectional digunakan. Sampel penelitian terdiri dari 30 pekerja di perkebunan karet. Data stres kerja dikumpulkan melalui kuesioner, sementara intensitas kebisingan diukur menggunakan Sound Level Meter (SLM). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami stres sedang dan rendah. Uji chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0.001, menunjukkan adanya hubungan antara intensitas kebisingan dan stres kerja. Pekerja perlu memahami bahaya dan risiko kebisingan dan mengetahui langkah-langkah pencegahan terhadap risiko tersebut. Kata kunci: Intesitas Kebisingan, Perkebunan Karet, Stres Kerja.
Copyrights © 2025