Abstract. Non-adherence to anti-tuberculosis drugs (OAT) remains a major obstacle in controlling pulmonary tuberculosis, especially among patients of productive age. This study aimed to identify the determining factors influencing non-adherence to OAT among pulmonary TB patients at Wava Husada Hospital, Malang. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 113 TB patients. The research instrument consisted of 48 Likert-scale items with high reliability (Cronbach’s Alpha = 0.905). Data were analyzed using Pearson correlation and Exploratory Factor Analysis (EFA). The results showed that seven of eight variables were significantly correlated with non-adherence (p < 0.05), with social support being the most dominant factor (r = –0.52; p = 0.003). EFA extracted five main factors explaining 48.18% of total variance: treatment perception, treatment complexity and accessibility, social and psychological support, healthcare system and communication, and socioeconomic conditions. TB patient non-adherence is multidimensional and requires integrated medical, educational, and social interventions to improve treatment outcomes. Abstrak. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) masih menjadi kendala utama dalam pengendalian tuberkulosis paru, terutama pada pasien usia produktif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhi ketidakpatuhan pasien TB paru di RS Wava Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 113 pasien TB. Instrumen penelitian berupa 48 item skala Likert dengan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,905). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan Exploratory Factor Analysis (EFA). Hasil menunjukkan tujuh dari delapan variabel berhubungan signifikan dengan ketidakpatuhan (p < 0,05), dengan dukungan sosial sebagai faktor paling dominan (r = –0,52; p = 0,003). EFA menghasilkan lima faktor utama yang menjelaskan 48,18% total varian, meliputi persepsi pengobatan, kompleksitas dan aksesibilitas, dukungan sosial dan psikologis, sistem pelayanan dan komunikasi, serta kondisi sosioekonomi. Ketidakpatuhan pasien TB bersifat multidimensi dan memerlukan intervensi terpadu mencakup aspek medis, edukatif, dan sosial untuk meningkatkan keberhasilan terapi.
Copyrights © 2025