Perkembangan artificial intelligence (AI) telah melahirkan bentuk baru interaksi sosial antara manusia dan mesin, salah satunya melalui curhat kepada chatbot seperti ChatGPT. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor pendorong, dampak jangka panjang, serta strategi penggunaan AI secara seimbang ditinjau dari perspektif sosiologi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap delapan informan pengguna ChatGPT di Indonesia, melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penggunaan AI sebagai teman curhat meliputi persepsi non-judgemental, validasi emosi, ketersediaan 24 jam, serta rasa aman terhadap privasi. Namun, ketergantungan berlebihan berpotensi memperlebar jarak sosial, memicu ketergantungan emosional, mengaburkan realitas relasi sosial, serta meningkatkan risiko kebocoran data. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan interaksi komunitas dan literasi digital agar pemanfaatan AI tidak menggantikan relasi sosial manusia.
Copyrights © 2025