cover
Contact Name
Baktiar Nasution
Contact Email
baitulhikmah@diniyah.ac.id
Phone
+6281374939443
Journal Mail Official
baitulhikmah@diniyah.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
ISSN : 29884217     EISSN : 29884209     DOI : https://doi.org/10.46781/baitul_hikmah
Core Subject : Religion, Education,
Published by Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2023. Baitul Hikmah is a journal run by the Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The journal focuses on the Islamic Science. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals in The Islamics Field.
Articles 30 Documents
Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Pembelajaran di SDIT Sakinah Siak Hulu Syukri Syukri
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 1 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i1.684

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memantau pendidikan dalam meningkatkan pembelajaran di SDIT Sakinah Siak Hulu. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti termasuk dalam penelitian kualitatif. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah direktur, waka program, guru SDIT dan siswa Sakinah Siak Hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan diklat yang dilakukan oleh SDIT Sakinah Siak Hulu sudah cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan pelaksanaan bimbel tiga tahap dan diklat teknis oleh direktur untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelajaran. mempelajari. Pengawas Sekolah mengawasi agar pembelajaran di SDIT Sakinah Siak Hulu berlangsung sesuai jadwal yang diberikan di awal tahun ajaran. Setiap guru disupervisi minimal dua kali yaitu semester ganjil dan semester genap. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekolah menyediakan sarana yang dapat mendukung kompetensi guru, antara lain seminar, pelatihan internal, KKG.
Keselarasan Pemikiran Fazlur Rahman Terhadap Proses Pendidikan Agama Islam di Indonesia Masa Kini Sri Wahyuni; Fitriani Siregar; Sudi Fahmi; Febri Giantara
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 1 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i1.697

Abstract

Fazlur Rahman menjadi seorang filsuf yang berani tampil dengan pemikirannya serta menawarkan metodologi pemahaman terhadap agama Islam. Menurutnya, penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an harus sejalan dengan perubahan social. Fenomena yang terjadi adalah munculnya perdebatan ingin memberikan solusi terbaik serta mempertahankan interpretasi klasik. Tentu saja tantangan terkini adalah membuktikan keberadaan al-Qur’an sebagai solusi seluruh permasalahan sosial di masyarakat, karena memang al-Qur’an menjadi mukjizat dan kitab seluruh alam. Mampu bertahan dan menyajikan solusi hingga akhir zaman. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu upaya menggunakan kajian pustaka dalam mendapatkan data dari dokumen kepustakaan seperti buku, kitab, majalah, jurnal dan dokumen lainnya yang dianggap perlu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman masih relevan dengan proses Pendidikan Islam di Indonesia saat ini.
Potensi Manusia: Qalbu, Bashar, Sama’ dalam Pendidikan Islam Abdul Rahman
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 1 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i1.722

Abstract

Tuhan telah memberi manusia karakteristik yang luar biasa yang membedakan mereka dari makhluk lain. Manusia memiliki hak yang lebih besar untuk dihormati daripada makhluk lain karena keutamaannya. Manusia diberi tanggung jawab untuk menjadi khalifatullah fi ardh, atau wakil Tuhan di muka bumi, karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang utama dan terbaik dan memiliki sarana untuk itu berkat keterampilan yang dimilikinya. Intinya, orang mampu pada tingkat fisik dan spiritual. Potensi ruhani dikaitkan dengan kata insan, sedangkan potensi jasmani dikaitkan dengan kata basyar. Sebagai pendukung, pewaris, dan inovator budaya, manusia memiliki kemampuan untuk mengatur bumi sebagai khalifah. Dengan potensi tersebut mampu menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi, sebagai pendukung, penerus dan pengembang kebudayaan. Manusia adalah makhluk luar biasa yang mampu melakukan apa saja. Manusia telah membuat kemajuan dan perkembangan yang signifikan hingga saat ini. Ini karena otak manusia memiliki potensi yang luar biasa. kapasitas manusia untuk menyerap dan menyimpan banyak memori. Otak manusia telah menghasilkan berbagai macam inovasi inovatif. Oleh karena itu, manusia selalu berusaha menunjukkan penghargaannya atas nikmat Allah, salah satunya dengan menggunakan otaknya sedemikian rupa sehingga mengangkatnya menjadi makhluk yang mulia di mata Allah dan masyarakat. dapat diartikan potensi adalah kekuatan, bakat, atau kekuatan inti yang berotensi untuk dikembangkan. Potensi adalah sesuatu yang bisa kita kerjakan. Potensi dapat dipahami sebagai kemampuan mendasar dari sesuatu yang masih belum tergali dan menunggu realisasi menjadi sesuatu dengan kekuatan sejati.
Konsep Pendidikan Imam Al-Ghazali dan Relevensinya dengan Sistem Pendidikan Karakter di Indonesia Royani Royani; Amroh Lubis; Taufik Helmi
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 1 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i1.750

Abstract

Imam Al-Ghazali adalah seorang pemikir dan ulama besar dalam berbagai bidang ilmu seperti agama, filsafat, tasawuf, akhlak, politik, dan lainnya. Dalam pandangan Al-Ghazali, sentral dalam pendidikan adalah hati sebab hati merupakan esensi dari manusia karena substansi manusia bukanlah terletak pada unsur-unsur yang ada pada fisiknya, melainkan berada pada hatinya dan memandang manusia bersifat teosentris sehingga konsep tentang pendidikannya lebih diarahkan pada pembentukan akhlak yang mulia. Karya terbesar imam Al-Ghazali adalah kitab Ihya “Ulum Ad-Din, dimana Pendidikan menurut Al-Ghazali merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk melahirkan perubahan yang progresif pada tingkah laku manusia. Konsep pendidikan Al-Ghazali dapat diketahui dengan cara memahami pemikirannya berkenaan dengan berbagai aspek yang berkaitan dengan Pendidikan yaitu tujuan Pendidikan, kurikulum, etika guru dan muris, serta metode pembelajaran. Konsep Pendidikan yang dicetus oleh Imam Al-Ghazali sangat relevan dengan system Pendidikan di Indonesia khususnya Pendidikan islam yang ditinjau dari tujuan Pendidikan, konsep pendidik dan pederta didik, metode pembelajaran, serta kurikulum yang diterapkan saat ini khususnya Pendidikan karakter, dimana pada tataran aplikasi sangat mengedepankan pada aspek pengembangan intelektual, moral, dan spiritual sehingga mampu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Ki Hajar Dewantara dan Pendidikan di Indonesia Ahmad Wawan Romario; Adri Saputra; Baktiar Nasution
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 1 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i1.753

Abstract

Seiring berjalannya waktu dan massa tujuan pendidikan dikalangan sebagian orang tidak lagi teresensi pada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa namun mulai bergeser menuju pendidikan adalah suatu yang wajib untuk mendapatkan hasil akhir yakni ijazah. Maka dari itu pendidikan Ki Hajar Dewantara menawarkan salah satu solusi terhadap penyimpangan pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Menurut Ki Hajar Dewantara, hakikat pendidikan ialah sebagai usaha untuk penghayatan nilai budaya ke dalam diri siswa, sehingga siswa menjadi manusia yang utuh baik jiwa dan rohaninya. Filsafat pendidikannya pun juga disebut juga dengan pendidikan filsafat among untuk mengatasi problematika yang dihadapi dengan menyajikan kebebesan dalam berpikir seluas-luasnya yang kemudian dipadukan dengan pemikiran kebudayaan. Konsep filsafat pendidikan yang ditawarkan oleh ki hajar dewantara adalah menggunakan kebudayaan asli indonesia namun ki hajar dwantara juga menagdopsi nilai nilai barat secara selektif adaptif sesuai dengan teori trikon (kontiunitas, konvergen, dan konsentris). Filsafat pendidikan ki hjar dewantara terhadap pendidikan indonesia adalah penerapan trilogi kepemimpinan dalam pendidikan, tri pusat pendidikan dan sistem paguron. Didalam pendidikan indonesia sendiri memakai semboyan yang berasal dari pemikiran ki hajar dewantara yaitu Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani yang maknanya didepan menjadi seorang teladan, ditengah harus menjaga kestabilan dan dibelakang harus bisa memberikan dukungan dan motivasi.
Studi Pendidikan Islam di Filipina Meta Ratna Sari; Lailan Rafiqah
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 1 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i1.754

Abstract

Filipina merupakan salah satu Negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Secara geografis wilayah Filipina terbagi dalam dua wilayah yaitu Filipina bagian utara dan selatan. Filipina bagian Utara meliputi gugusan kepulauan Luzon. Sedangkan dibagian Filipina Selatan meliputi kepulauan Sulu dan Mindanao gugusannya. Pendidikan Islam di Filipina berkembang seiring dengan masuknya islam itu sendiri. Pendidikan Islam di Filipina disebut dengan madrasah. Dalam perjalanannya, madrasah baru masuk kedalam sistem pendidikan Filipina setelah 36 tahun kemerdekaan Filipina yaitu pada tahun 1982. Madrasah di Filipina memiliki dinamika dan sistem yang berbeda antara lain DepEd Privat Schol Alive Program Public School, Weekend Madrasah dan Independen Madrasah. Mengkaji proses pendidikan Islam di Filipina dilakukan melalui studi kepustakaan. Diperoleh hasil bahwa pelajaran yang diterapkan oleh madrasah di Filipina yaitu untuk 1) Madrasah Diniyah Sabtu-Minggu, Mata pelajaran yang diajarkan mencakup al-quran, hadis, tauhid, fiqh, sirah, qawaidullughah, tajwid, imra dan qira’ah. 2) Madrasah Diniyah Reguler. mata pelajaran agama yang bersumber dari kitab seperti tafsir, nahwu, tauhid, hadis, tafsir ibnu katsir, subulussalam, matan al-jurmiyah dan lain-lain. 3) Madrasah Integrasi kurikulum pendidikan dasar K-12 (Kinder to Grade 12) diintegrasikan dengan nilai-nilai keislamam melalui penguatan al-Quran, sunnah, bahasa Arab, akidah, fikih dan sejarah Islam dalam berbagai jenjang pendidikan.
Pengembangan Instrumen Untuk Mengukur Penggunaan Media Audio Visual Berbasis Animasi Sebagai Media Pembelajaran Mailani, Ikrima
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 2 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i2.832

Abstract

Pertimbangan mengenai pengembangan alat ukur untuk mengevaluasi pemanfaatan media audio visual berbasis animasi sebagai alat pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Universitas Islam Kuantan Singingi, masih tergolong minim atau dapat dikatakan terbatas. Penelitian ini melibatkan survei terhadap 30 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Kuantan Singingi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring (Google Form) yang disebar melalui media sosial internal atau grup PAI. Analisis data menggunakan metode kuantitatif dengan bantuan SPSS versi 26.00 untuk Windows. Hasil studi ini menunjukkan bahwa: 1) Pengembangan instrumen penggunaan media audio visual berbasis animasi sebagai alat pembelajaran dilakukan dengan menerapkan model pengembangan teori untuk menguji enam konstruk penelitian; 2) hasil uji validitas dan reliabilitas konstruk menunjukkan bahwa instrumen untuk penggunaan media audio visual berbasis animasi sebagai alat pembelajaran memenuhi kriteria validitas, terlihat dari nilai r-hitung > r-tabel (r-hitung > 0,361); dan 3) reliabilitas instrumen untuk penggunaan media audio visual berbasis animasi yang telah dikembangkan dalam penelitian ini juga mencapai kategori tinggi, sebagaimana tercermin dari koefisien reliabilitas Cronbach alpha sebesar 0,907. Kesimpulan ini mengindikasikan bahwa instrumen yang telah dirancang memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam mengevaluasi pemanfaatan media audio visual berbasis animasi sebagai alat pembelajaran oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Kuantan Singingi.
Evaluasi Efektivitas Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Agama Islam di Era Digital Wahyuni, Sri; Neni, Neni
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 2 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i2.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas evaluasi penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis teknologi informatika untuk mencapai tujuan Pendidikan dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia. Pembelajaran yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang mengalami pertumbuhan pesat. Sehingga pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perubahan yang terjadi. Untuk mengetahui sejauh mana keefektivan teknologi terhadap dunia Pendidikan di era digital saat ini, perlu dilakukan evaluasi agar terlihat hasil penggunaan teknologi dalam mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. Jenis penelitian ini menggunakan desain meta analisis untuk mengetahui pengaruh penerapan penggunaan teknologi informatika dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan melakukan evaluasi. Analisis data yang digunakan berbentuk review beberapa artikel jurnal yang berkaitan dengan judul penelitian yang diangkat. Dan diperoleh hasil penelitian evaluasi teknologi Pendidikan terhadap proses belajar mengajar di era digital yang terjadi saat ini, bahwa proses Pendidikan harus menyesuaikan perkembangan yang terjadi.
Implementasi Moderasi Beragama dalam Konsep Pendidikan Sulthan Syarif Kasim II Yuhasnita, Yuhasnita; Roza, Ellya
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 2 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i2.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Moderasi Beragama Dalam Konsep Pendidikan Sultan Syarif Kasim II, bagaimana corak pendidikan Islam pada era Sultan Syarif Kasim II dan faktor apa saja yang mendukung pemikiran Sultan Syarif Kasim II tentang pengembangan pendidikan di Siak Sri Indrapura. Sultan Syarif Kasim II salah seorang Sultan yang memajukan pola pikir masyarakat Siak, dia memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi untuk mencerdaskan masyarakatnya dengan mendirikan sekolah serta memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi untuk disekolahkan keluar daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) dengan metode pengumpulan data dokumentasi dan analisis isi. Hasil dari kajian ini menunjukkan Sultan Syarif Kasim II telah menerapkan moderasi beragama dibidang pendidikan yang mana ia tidak hanya mendirikan sekolah Agama namun ia juga mendirikan sekolah Umum. Ia telah mendirikan beberapa sekolah diantaranya H.I.S pada tahun 1915, Latifah Scholl pada tahun 1926, sedangkan Pendidikan Agama didirikan pada tahun 1917 yang bernama Taufiqiyah Al Hasyimiyah hanya buat laki-laki, pada tahun 1929 mendirikan Madrasah An-nisa untuk kaum wanita. Corak yang digunakan sudah modern dalam penerapan dan kurikulumnya seperti kurikulum dalam sistem penerapan di pesantren terkhusus bagi pendidikan Agama, sedangkan yang mendorong dari pemikiran Sultan dalam mengembangkan pendidikan di era Sultan ini yaitu Sultan menyatakan Suatu Saat Indonesia akan Merdeka maka Pendidikan harus dikelola dengan sebaik mungkin.
Konsep untuk Menciptakan Keseimbangan Hidup Manusia dalam Sistem Pendidikan Islam Gimri, Farhah Desrianty; Dewianti, Annisa Fitri; Rahmasari, Riska; Rahmasari, Riski; Purwanto, Hadi
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 1 No 2 (2023): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v1i2.885

Abstract

Menurut pendidikan Islam, kehidupan terdiri dari dua aspek utama, yaitu kehidupan duniawi yang mengarah pada aspek materi dan kehidupan spiritual yang mengarah pada aspek moral untuk mencapaikehidupan sejahtera dan bahagia di akhirat.Oleh karena itu, sistem pendidikan Islam perlu menyeimbangkan kehidupan manusia dengan mempolarisasikan kehidupan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.Padahal untuk mencapai tujuan hidupnya seringkali seseorang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor dalam kehidupannya, antara lain faktor materi, faktor pendidikan, dan faktor akhlak dan spiritual yaitu Ubudiyah.Oleh karena itu, pendidikan Islam diperlukan sebagai sarana untuk menunjang terwujudnya hal tersebut.Tujuan hidup manusia baik di dunia maupun di akhirat adalah seimbang melalui kesembuhan jasmani dan pembinaan rohani manusia.Pembangunan jasmani manusia diarahkan untuk mencapai kebahagiaan hidup manusia di dunia ini, sebagaimana manusia dalam hidupnya hendaknya berusaha mencari ridha Allah SWT.untuk memenuhi semua kebutuhan hidup Anda.Tentu saja untuk berusaha, orang membutuhkan kekuatan fisikKuat dan Sehat Berbicara tentang perkembangan kerohanian manusia, bertujuan untuk menciptakan kebahagiaan bagi kehidupan manusia, baik kehidupan duniawi maupun kehidupan rohani.Oleh karena itu, pengembangan spiritual menempati tempat yang lebih penting dalam penyelenggaraan pendidikan Islam.Masyarakat tidak bisa hidup nyaman hanya jika kebutuhan materinya terpenuhi, namun harus didukung juga dengan kedamaian kemanusiaan dan kebahagiaan spiritual.

Page 1 of 3 | Total Record : 30