Aulia Pambajeng Miftahunnajah, Nimas
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Desain Pola Motif Batik sebagai Strategi Inovasi Produk Fungsional di UMKM Batik Linggo Fakhrihun Na'am, Muh; Prasetyaningtyas, Wulansari; Syarif, Muh Ibnan; Athian, Muhammad Rahman; Aulia Pambajeng Miftahunnajah, Nimas
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 4 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.692

Abstract

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan perajin Batik Linggo di Kendal dalam merancang desain pola motif batik yang aplikatif pada produk fungsional seperti busana dan pelengkapnya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas perajin dalam mengembangkan desain motif batik serta keterampilan produksi dan pemasaran berbasis digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Kegiatan ini menghasilkan 19 produk fungsional, satu di antaranya berhasil didaftarkan hak cipta, serta peningkatan signifikan dalam keterampilan desain, pemanfaatan limbah kain perca, dan penguasaan pemasaran digital. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan desain pola berbasis motif lokal mampu memperkuat inovasi produk, mendukung prinsip keberlanjutan, serta mendorong kemandirian ekonomi perajin. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pelestarian batik sebagai warisan budaya melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif berbasis potensi lokal.
Penguatan Desain Pola Motif Batik sebagai Strategi Inovasi Produk Fungsional di UMKM Batik Linggo Fakhrihun Na'am, Muh; Prasetyaningtyas, Wulansari; Syarif, Muh Ibnan; Athian, Muhammad Rahman; Aulia Pambajeng Miftahunnajah, Nimas
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 4 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.692

Abstract

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan perajin Batik Linggo di Kendal dalam merancang desain pola motif batik yang aplikatif pada produk fungsional seperti busana dan pelengkapnya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas perajin dalam mengembangkan desain motif batik serta keterampilan produksi dan pemasaran berbasis digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Kegiatan ini menghasilkan 19 produk fungsional, satu di antaranya berhasil didaftarkan hak cipta, serta peningkatan signifikan dalam keterampilan desain, pemanfaatan limbah kain perca, dan penguasaan pemasaran digital. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan desain pola berbasis motif lokal mampu memperkuat inovasi produk, mendukung prinsip keberlanjutan, serta mendorong kemandirian ekonomi perajin. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pelestarian batik sebagai warisan budaya melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif berbasis potensi lokal.
Strengthening Human Resources and Digital Tourism Mapping for the Sustainability of Troso Weaving Village Widagdo, Jati; Roosdhani, M Rifqy; Mujiyono; Aulia Pambajeng Miftahunnajah, Nimas
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v9i2.7777

Abstract

This community service program was conducted in Troso Weaving Village, Jepara, with the aim of addressing the challenges of generational succession, weak business management, and limited market access in the traditional weaving industry. The second year of implementation focused on three main activities: the integration of weaving knowledge into the local school curriculum, the provision of managerial and digital marketing training for artisans, and the development of a digital tourism map to promote the village as a cultural tourism destination. Data was collected through focus group discussions, training evaluations, and field surveys, while program effectiveness was measured using pre-test and post-test instruments. The results showed that the integration of weaving into local curricula created a structured pathway for cultural regeneration, ensuring that younger generations were exposed to traditional skills and local identity. Managerial and digital marketing training significantly improved artisans’ knowledge, with average scores rising from 46 percent in the pre-test to 82 percent in the post-test, particularly in financial management and digital promotion. The digital tourism map successfully identified 21 weaving houses and galleries, enabling greater visibility and easier access for tourists and buyers through QR-coded profiles. These interventions demonstrated that cultural sustainability in Troso could be achieved through a multidimensional approach that combined education, capacity building, and digital innovation. The program provided a replicable model for preserving traditional crafts while enhancing their competitiveness in the modern economy.