Penggunaan media sosial yang intens kerap kali berdampak negatif terhadap kesehatan mental, khususnya dalam memicu kecemasan dan overthinking pada kalangan mahasiswa. Fenomena Fear of Missing Out (FoMO), perbandingan sosial berlebihan, serta tekanan akademik dan sosial pasca-pandemi COVID-19 memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap tingkat kecemasan dan risiko overthinking pada mahasiswa dari berbagai jurusan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pemrosesan data melalui Google Colab menggunakan bahasa pemrograman Python. Algoritma K-Means Clustering diterapkan untuk mengelompokkan data menjadi empat cluster (K=4). Hasil menunjukkan adanya segmentasi psikologis yang jelas. Cluster 0 merupakan kelompok ideal dengan kecanduan ringan, FOMO rendah, tanpa kecemasan, dan kekhawatiran rendah. Cluster 1 merupakan kelompok paling rentan dengan kecanduan sedang, FOMO sedang, kecemasan berat, dan kekhawatiran sedang. Cluster 2 menunjukkan FOMO rendah, tetapi kecemasan dan kekhawatiran cukup tinggi, yang mengindikasikan kemungkinan faktor eksternal lain. Sementara itu, Cluster 3 mencerminkan kondisi menengah. Hasil ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbeda dalam edukasi kesehatan mental berbasis media sosial, serta perlunya peningkatan literasi digital yang sesuai dengan karakteristik masing-masing kelompok mahasiswa.
Copyrights © 2025