Nabilatulrahmah, Raihana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS RISIKO AKADEMIK SISWA DENGAN METODE K-MEANS: STUDI KASUS SMPN 10 PALEMBANG Nabilatulrahmah, Raihana; Triana, Ayu; Ispahan, Tarisha; Adeliani, Adeliani; Fitriani, Suci; Amelia, Amelia; Ditha Tania, Ken; Rifai, Ahmad
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 4 (2025): JATI Vol. 9 No. 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i4.14181

Abstract

Pendidikan memainkan peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di kalangan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, tingkat pemahaman dan capaian akademik setiap siswa berbeda, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kehadiran, partisipasi kelas, dan keterlibatan dalam tugas. Salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan adalah mengidentifikasi siswa yang berisiko mengalami kesulitan akademik agar dapat diberikan intervensi yang tepat. Penelitian ini dilakukan di SMPN 10 Palembang yang belum memiliki sistem berbasis data mining untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat risiko akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi risiko akademik siswa kelas VII menggunakan metode K-Means Clustering. Hasil penelitian menunjukkan kelompok siswa yang terbagi ke dalam 3 cluster: tidak berisiko, berisiko sedang, dan berisiko tinggi, berdasarkan data tingkat kehadiran, nilai akademik, dan partisipasi ekstrakurikuler. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk merancang intervensi yang lebih efektif guna meningkatkan performa akademik dan keterlibatan siswa di sekolah.
Pengaruh Medsos terhadap Tingkat Kecemasan dan Risiko Overthinking dengan Pendekatan K-Means: Studi Kasus Mahasiswa UNSRI Fathoni, Fathoni; Nabilatulrahmah, Raihana; Adeliani, Adeliani; Fitriani, Suci; Amelia, Amelia
Jurnal Sains dan Informatika Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Informatika
Publisher : Teknik Informatika, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jsi.v11i2.1795

Abstract

Penggunaan media sosial yang intens kerap kali berdampak negatif terhadap kesehatan mental, khususnya dalam memicu kecemasan dan overthinking pada kalangan mahasiswa. Fenomena Fear of Missing Out (FoMO), perbandingan sosial berlebihan, serta tekanan akademik dan sosial pasca-pandemi COVID-19 memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap tingkat kecemasan dan risiko overthinking pada mahasiswa dari berbagai jurusan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pemrosesan data melalui Google Colab menggunakan bahasa pemrograman Python. Algoritma K-Means Clustering diterapkan untuk mengelompokkan data menjadi empat cluster (K=4). Hasil menunjukkan adanya segmentasi psikologis yang jelas. Cluster 0 merupakan kelompok ideal dengan kecanduan ringan, FOMO rendah, tanpa kecemasan, dan kekhawatiran rendah. Cluster 1 merupakan kelompok paling rentan dengan kecanduan sedang, FOMO sedang, kecemasan berat, dan kekhawatiran sedang. Cluster 2 menunjukkan FOMO rendah, tetapi kecemasan dan kekhawatiran cukup tinggi, yang mengindikasikan kemungkinan faktor eksternal lain. Sementara itu, Cluster 3 mencerminkan kondisi menengah. Hasil ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbeda dalam edukasi kesehatan mental berbasis media sosial, serta perlunya peningkatan literasi digital yang sesuai dengan karakteristik masing-masing kelompok mahasiswa.
Beyond Traditional Models: Integrating EUCS, SERVQUAL, and UEQ in SeaBank Nabilatulrahmah, Raihana; Lestarini, Dinda; Seprina, Iin; Wedhasmara, Ari; Hardiyanti, Dinna Yunika
Jurnal Pendidikan Informatika (EDUMATIC) Vol 10 No 1 (2026): Edumatic: Jurnal Pendidikan Informatika
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edumatic.v10i1.34297

Abstract

Research on digital banking satisfaction remains conceptually fragmented, as End-User Computing Satisfaction (EUCS), SERVQUAL, and User Experience Questionnaire (UEQ) reflect distinct evaluative paradigms that often produce inconsistent results when applied independently. This study develops and validates an integrated model capturing informational, service, system, and experiential determinants of satisfaction in a branchless digital banking context. Data from 212 active SeaBank users were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with a Two-Stage approach. The model explains 76.5% of the variance in user satisfaction. User experience is the strongest predictor, followed by system quality and information quality, while service quality is not statistically significant. The findings indicate an experience-centric evaluation structure, where affective and system-related factors outweigh traditional service dimensions. This study provides a unified empirical validation of EUCS, SERVQUAL, and UEQ, clarifying their hierarchical relationships and indicating the reduced relevance of service quality in fully digital environments. Practically, the results highlight the importance of UI/UX optimization, system reliability, and experiential design for enhancing user retention. The Gen Z-dominated sample and cross-sectional design limit broader generalization, suggesting the need for longitudinal and cross-context validation.