Masyarakat Indonesia sering memanfaatkan tanaman dan rempah-rempah sebagai bahan tambahan pada produk makanan atau minuman untuk memperkaya cita rasa produk. Diantaranya daun mint sebagai bahan aroma alami (flavor agent) dan daun stevia sebagai bahan pemanis alami. Penelitian sebelumnya telah mempelajari aktivitas antioksidan dan sifat sensoris dari minuman kulit melinjo dengan penambahan daun mint dan daun stevia. Kulit melinjo berpotensi sebagai antioksidan karena kandungan senyawa fenoliknya. Daun mint mengandung minyak peppermint yang menciptakan aroma segar sedangkan daun stevia mengandung steviosida, steviolbiosida, rebaudiosida A–E dan dulkosida A yang berperan sebagai pemanis alami. Bahan-bahan tersebut tentunya mengandung senyawa bioaktif lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit ekstrak dari kombinasi daun mint, daun stevia, dan kulit melinjo menggunakan GC-MS sehingga harapannya dapat memanfaatkan dan mengembangkan potensi dari bahan tersebut. Jumlah senyawa yang teridentifikasi dari ekstrak kombinasi daun mint, daun stevia, dan kulit melinjo menggunakan GC-MS lebih banyak pada ekstrak dengan pelarut etanol (45 senyawa). Senyawa yang dominan dalam ekstrak MSK-Aq dan MSK-EtOH adalah Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid (asam palmitat) sedangkan pada ekstrak MSK-MetOH adalah 9-Octadecenoic acid (Z)- (CAS) Oleic acid (asam oleat).
Copyrights © 2025