Kemampuan computational thinking merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Namun, pembelajaran pemrograman konvensional masih berfokus pada sintaks dan prosedur, sehingga belum optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir komputasional secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran pemrograman berbasis machine learning dalam meningkatkan kemampuan computational thinking. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa program studi pendidikan komputer yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan pembelajaran pemrograman dengan pendekatan machine learning melalui pengenalan konsep data, pelatihan model, serta evaluasi hasil prediksi, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran pemrograman konvensional. Instrumen penelitian berupa tes computational thinking yang mencakup aspek dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan computational thinking pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi machine learning dalam pembelajaran pemrograman mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir analitis, logis, dan sistematis. Dengan demikian, pembelajaran pemrograman berbasis machine learning berpotensi menjadi strategi inovatif dalam pendidikan komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan peserta didik menghadapi era kecerdasan buatan.
Copyrights © 2025