Penelitian ini menganalisis pengaruh implementasi model Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal "Munya-Munya" terhadap peningkatan kemampuan berkomunikasi dan berpikir kritis siswa kelas V SD Gugus III Kabupaten Mimika. Metodologi mixed methods dengan desain quasi-eksperimental pre-post test pada sampel 80 siswa kelas V dari 4 SD Gugus III (purposive sampling, kontrol dan eksperimen), instrumen tes HOTS C4-C6 Bloom (berkomunikasi: presentasi oral, berpikir kritis: analisis solusi), observasi rubrik kolaborasi, angket motivasi, dan wawancara guru. Analisis kuantitatif paired t-test (signifikan p<0.01), N-gain 0.74 (kategori tinggi), efek Cohen's d=1.32; kualitatif tematik triangulasi menunjukkan peningkatan berkomunikasi 38% (dari deskriptif ke persuasif) dan berpikir kritis 42% (analisis-evaluasi solusi adat) post-intervensi 8 minggu. Hasil mengonfirmasi PBL Munya-Munya efektif tingkatkan keterampilan abad 21 melalui relevansi budaya Papua, motivasi intrinsik naik 45%, retensi konsep IPA/sosial 80%, melebihi model konvensional 55%, dengan kelebihan inklusivitas adat dan kekurangan literasi riset awal dimitigasi scaffolding guru. Implikasi teoritis perkaya kajian konstruktivisme kontekstual, praktis panduan RPP Kurikulum Merdeka berbasis kearifan lokal Mimika, manfaat sekolah Gugus III program unggulan, kebijakan Kemdikbud integrasi adat Papua untuk Profil Pelajar Pancasila.
Copyrights © 2025