Musik tradisi sebagai warisan budaya takbenda menghadapi tantangan serius akibat perubahan sosial dan minimnya regenerasi pelaku seni. Di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Yusuf Gayos tampil sebagai seniman yang berperan penting dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan musik tradisi melalui pendekatan kreatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kreativitas Yusuf Gayos dalam proses penciptaan, pengolahan musikal, serta transformasi unsur musik tradisi ke dalam karya kontemporer tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori kreativitas Graham Wallas, teori bentuk musik Karl Edmund Prier, serta konsep pelestarian budaya Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas Yusuf Gayos terwujud melalui pemanfaatan pola vokal Barzah, syair Melayu, teknik improvisasi, serta penggabungan instrumen tradisional dan modern dalam karya seperti Kaylana dan Menyeding Untung. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas seniman berperan strategis dalam menjaga keberlanjutan musik tradisi Batang Hari di tengah dinamika zaman
Copyrights © 2025