Penelitian ini bertujuan memahami dinamika kelelahan kerja (burnout) pada Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Puskesmas Kota Yogyakarta serta faktor-faktor struktural yang mempengaruhinya. Fenomena burnout di lingkungan pelayanan kesehatan primer menunjukkan persoalan yang tidak hanya bersifat individual, tetapi juga terkait dengan tata kelola kelembagaan dan kebijakan kepegawaian yang belum sepenuhnya memperhatikan kesehatan mental pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixmethod yaitu dengan kuantitatif serta kualitatif melalui survei dan wawancara mendalam terhadap tenaga kesehatan di 18 Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar SDMK mengalami burnout pada tingkat rendah hingga sedang, dengan kecenderungan lebih tinggi pada tenaga fungsional utama seperti dokter, apoteker, nutrisionis, dan analis kesehatan. Faktor utama yang memengaruhi antara lain beban kerja administratif, ketimpangan pembagian tugas, serta minimnya dukungan psikologis di lingkungan kerja. Selain itu, belum adanya kebijakan yang secara khusus menyoroti kesejahteraan mental pegawai memperkuat kerentanan emosional dan menurunkan motivasi kerja. Penelitian ini merefleksikan bahwa burnout bukan sekadar persoalan psikologis, melainkan cerminan ketegangan antara profesionalisme dan kemanusiaan dalam sistem pelayanan publik. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada perubahan paradigmatik dari manajemen pengelolaan pelayanan kesehatan yang mempertimbangkan kesadaran atas kesejahteraan mental. Puskesmas harus menjadi ruang yang tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga merawat para pelayannya.
Copyrights © 2025