Stunting dan anemia merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, dan β-karoten menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap kedua kondisi tersebut. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi tinggi, seperti labu susu (Cucurbita moschata ‘Citra Laga’), yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi budidaya labu susu pada lahan terbatas sebagai bentuk intervensi gizi masyarakat dan peningkatan ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan melalui tahapan sosialisasi, budidaya di greenhouse dan pot di lahan terbuka, pendampingan budidaya, uji kandungan gizi, serta sosialisasi pengolahan pangan berbasis labu susu. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis berdasarkan observasi lapangan dan hasil uji laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa sistem budidaya di greenhouse menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dan kandungan β-karoten, asam folat, serta zat besi yang lebih tinggi dibandingkan sistem pot terbuka. Masyarakat menunjukkan partisipasi dan penerimaan positif terhadap kegiatan ini, serta memahami potensi labu susu sebagai pangan fungsional untuk pencegahan anemia dan stunting. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan gizi, pemanfaatan pekarangan produktif, dan pemberdayaan ekonomi keluarga di wilayah perkotaan.
Copyrights © 2025