Kesehatan dan kebersihan rongga mulut harus dijaga karena terdapat mikroflora normal, namun akan menjadi patogen sehingga menyebabkan peradangan, nekrosis, dan pembentukan abses. Staphylococcus aureus merupakan penyebab paling umum. Akumulasi sisa makanan terus menempel dan bertumpuk akan menimbulkan plak yang dapat menyebabkan periodontitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi terbaik campuran ekstrak daun salam dan Minyak Cengkeh sebagai obat kumur herbal dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini dengan melakukan maserasi daun salam menggunakan etanol 96%, kemudian dievaporasi untuk mendapatkan ekstrak kental. Obat kumur diformulasi menjadi tiga: formulasi I (1 g ekstrak daun salam / 5 ml minyak cengkeh, formulasi II (2 g / 7,5 ml), dan formulasi III (3 / 10 ml). Kemudian dilanjut dengan evaluasi sediaan obat kumur, yaitu: uji organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, stabilitas. Terakhir, dilakukan uji antibakteri data di analisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Test (Tukey). Hasil evaluasi sediaan didapatkan rentan nilai yang sesuai standar pada uji organoleptis, homogenitas, stabilitas, dan pH. Hasil uji viskositas didapatkan kekentalan sangat tinggi. Formulasi II merupakan formulasi terbaik yang menghasilkan zona hambat tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus (12,9 mm). Uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan diantara ketiga formulasi (sig >0,05). Hasil uji Post Hoc Test metode Tukey didapatkan perbedaan secara nyata pada masing-masing bahan dengan formulasi obat kumur (sig < 0,05). Formulasi II merupakan formulasi terbaik yang dapat digunakan sebagai alternatif obat kumur terhadap penyakit periodontitis.
Copyrights © 2025