Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konstruksi narasi kelompok oposan dan strategi linguistik kelompok oposan dalam membangun narasi. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK), secara spesifik menggunakan model Linguistik Kritis Roger Fowler, untuk mengungkap konstruksi ideologis dan makna tersembunyi dalam wacana oposan. Objek kajian berupa wacana yang bersumber dari studi dokumen media cetak dan daring multi-sumber (Koran Tempo, Majalah Tempo, pks.id, KBA news, Liputan6.com, dan Kompas.com) dalam rentang tahun 2016 hingga 2025. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan mengidentifikasi unit-unit linguistik kritis (leksikal, gramatikal, tema, dan retorika) yang kemudian melalui proses kodifikasi data. Keabsahan data dipastikan melalui triangulasi data antar-sumber media yang berbeda, serta verifikasi validitas yang mencakup konvergensi, kecocokan, cakupan, dan detail linguistik. Penelitian ini menemukan bahwa konstruksi narasi oleh kelompok oposan merupakan proses kompleks yang melibatkan strategi nonlinguistik dan linguistik yang cermat dan terencana. Secara strategis, kelompok oposan berupaya memobilisasi narasi dengan mengembangkan tema-tema yang relevan dengan isu publik (korupsi atau ketidakadilan), memilih ragam saluran komunikasi yang paling efektif, memanfaatkan momentum peristiwa terkini, dan membangun kredibilitas yang kuat sebagai fondasi. Implikasi dari temuan ini terhadap wacana politik adalah peningkatan polarisasi dan kontestasi pesan, di mana pihak oposan mampu mendominasi agenda publik melalui bingkai yang mereka tetapkan. Sebagai saran untuk penelitian lanjutan, penting untuk melakukan analisis resepsi publik guna memahami bagaimana strategi linguistik ini diterima oleh beragam lapisan masyarakat.
Copyrights © 2026